Kepala SPPG Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, Boris Chandra Aulia
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – SPPG Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, memperkuat kepercayaan publik dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat dalam setiap proses penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Petugas memastikan setiap porsi makanan melewati kontrol kualitas berlapis sebelum dinyatakan layak konsumsi.
Kepala SPPG Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, Boris Chandra Aulia, menegaskan, timnya menjalankan proses verifikasi secara disiplin dan transparan untuk menjaga mutu makanan.
“Kami memeriksa setiap tahapan, mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga penyajian. Kami tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran standar,” ujar Boris, Kamis (30/4/2026).
SPPG menerapkan sistem pengawasan silang untuk memastikan kualitas tetap terjaga. Tim melakukan uji organoleptik, mengecek kebersihan dapur, serta memastikan takaran gizi sesuai standar sebelum makanan didistribusikan.
Petugas juga mencatat setiap hasil pemeriksaan sebagai bentuk akuntabilitas. Langkah ini menjawab keraguan publik sekaligus memastikan tidak ada kompromi terhadap kualitas, baik dari sisi gizi, porsi, maupun higienitas.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa setiap makanan yang diterima anak-anak telah melalui proses kontrol yang ketat,” kata Boris.
Fleksibel Hadapi Perubahan
Selain menjaga kualitas, SPPG juga menunjukkan kemampuan adaptasi dalam operasional lapangan. Tim menyesuaikan distribusi makanan saat menghadapi perubahan kalender akademik, libur daerah, maupun kondisi darurat.
SPPG menerapkan sistem bundling atau menggeser jadwal distribusi agar target pemenuhan gizi tetap tercapai. Pendekatan ini membuat program tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas layanan.
“Kami tidak kaku pada prosedur administratif. Kami menyesuaikan strategi agar anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi dalam kondisi apa pun,” ujar Boris.
Boris menegaskan, SPPG mengedepankan pendekatan solutif dalam setiap tantangan di lapangan. Tim merespons cepat setiap perubahan dengan tetap berpegang pada standar yang berlaku.
Ia menilai, kombinasi antara ketegasan SOP dan fleksibilitas operasional menjadi kunci keberhasilan program MBG di Palangka Raya.
“Kami menjaga standar, tetapi kami juga bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah. Tujuan kami jelas, yaitu memastikan pemenuhan gizi anak tetap berjalan,” tegasnya.
Editor: Frans Dodie*