Sejumlah siswa di Kota Palangka Raya menikmati menu MBG yang disediakan oleh pemerintah. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palangka Raya mengubah paradigma masyarakat dari sekadar bantuan sosial menjadi investasi strategis untuk ketahanan negara. Program ini menempatkan pemenuhan gizi anak sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, Boris Chandra Aulia, menegaskan, pihaknya menjalankan MBG dengan visi jangka panjang untuk memperkuat generasi masa depan.
“Ketahanan pangan nasional dimulai dari piring makan. Kami memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup agar mereka tumbuh kuat secara fisik dan kognitif,” ujar Boris, Kamis (30/4/2026).
Ia menyebut, gizi buruk sebagai ancaman nyata bagi bangsa. Karena itu, SPPG menjadikan MBG sebagai garis pertahanan pertama untuk membentuk generasi yang sehat dan berdaya saing.
Boris memimpin timnya untuk menjaga kualitas dan konsistensi setiap porsi makanan yang disajikan. Ia memastikan program berjalan berkelanjutan sebagai bagian dari misi besar memperkuat ketahanan nasional.
“Jika kita ingin negara ini kuat, kami harus memastikan anak-anak makan dengan baik setiap hari,” katanya.
Ringankan Beban Orang Tua
Program MBG juga membantu keluarga penerima manfaat. Orang tua siswa mengaku program ini mengurangi beban ekonomi sekaligus tekanan psikologis dalam memenuhi kebutuhan makan anak.
Rahmah (35), salah satu orang tua siswa, mengatakan, ia kini lebih fokus bekerja karena tidak lagi khawatir soal bekal anak.
“Saya tidak lagi cemas memikirkan makanan anak di sekolah. Program ini sangat membantu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Anggar (40), pekerja harian lepas. Ia mengaku MBG menurunkan pengeluaran harian sekaligus mengurangi stres dalam keluarga.
“Saya bisa bekerja lebih tenang karena anak saya sudah mendapat makanan bergizi,” katanya.
Ciptakan Stabilitas Sosial
Boris menilai, ketenangan orang tua berdampak langsung pada produktivitas dan stabilitas ekonomi keluarga. Ia menegaskan, MBG tidak hanya membangun generasi sehat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial.
“Program ini tidak hanya memberi makan, tetapi juga membangun masa depan dari keluarga,” tegasnya.
Editor: Frans Dodie*