Suasana haru menyelimuti rumah duka Subandi S. Musan, atlet legendaris yang telah mengharumkan nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional dan internasional, di Palangka Raya, Senin (15/6/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Suasana duka menyelimuti dunia olahraga Kalimantan Tengah setelah kabar wafatnya Subandi S. Musan, sosok atlet legendaris yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu putra terbaik daerah dalam cabang olahraga dayung. Almarhum meninggal dunia pada usia 61 tahun setelah berjuang melawan sakit.
Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka yang berada di Jalan Yos Sudarso V, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Senin (15/6/2026).
Kepergian Subandi menjadi kehilangan besar bagi Kalimantan Tengah. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu atlet dayung terbaik yang pernah dimiliki daerah, sekaligus sosok yang berjasa besar mengharumkan nama Kalimantan Tengah dan Indonesia di berbagai ajang olahraga nasional maupun internasional.
Sepanjang kariernya sebagai atlet nasional pada periode 1984 hingga 1993, Subandi menorehkan sederet prestasi gemilang di berbagai kejuaraan bergengsi. Ia sukses meraih medali emas pada ajang SEA Games 1987 dengan torehan empat emas, kembali meraih emas di SEA Games 1989, serta tiga emas pada SEA Games 1991.
Tak hanya itu, Subandi juga menjadi bagian dari atlet Indonesia yang berjaya pada berbagai kejuaraan internasional seperti Canoe Asia Championship di Hong Kong dan China, Dragon Boat Race di Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand hingga Brunei Darussalam.
Pengabdian Subandi terhadap olahraga dayung tidak berhenti setelah pensiun sebagai atlet. Ia kemudian melanjutkan perjuangannya sebagai pelatih dan terus membina atlet-atlet muda Kalimantan Tengah untuk berprestasi di tingkat nasional.
Dalam perjalanan kariernya, almarhum mencatatkan rekor prestasi luar biasa dengan total 84 medali emas, 41 medali perak, dan 43 medali perunggu, baik saat menjadi atlet maupun ketika dipercaya sebagai pelatih.
Selain dikenal sebagai atlet berprestasi, almarhum juga merupakan pegawai di Bank Kalteng dan aktif sebagai pelatih di PODSI Kalimantan Tengah, organisasi yang menaungi cabang olahraga dayung di Kalimantan Tengah.
Rekan seperjuangan almarhum, Pengan D. Timpun, mengenang Subandi sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dan mengabdikan hidupnya sepenuh hati untuk olahraga.
“Kami bersama sejak tahun 1983. Beliau orang yang sangat total dalam olahraga. Dulu kami berjuang sebagai atlet bukan memikirkan materi, tetapi bagaimana membawa prestasi bagi daerah dan Indonesia. Itu prinsip yang selalu beliau pegang,” ungkap Pengan.
Menurutnya, setelah pensiun sebagai atlet, Subandi tetap aktif membina olahraga dayung dan terus melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Beliau sepenuh hati untuk olahraga. Setelah menjadi atlet, beliau juga terus melatih. Sosok seperti beliau sekarang sangat jarang ditemukan,” tambahnya.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Ketua Umum PODSI Kalimantan Tengah, Juni Gultom, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah.
Ia mengatakan, kepergian Subandi menjadi kehilangan besar bagi olahraga dayung di Kalimantan Tengah karena almarhum merupakan salah satu tokoh yang telah memberikan motivasi bagi generasi atlet muda.
“Kami dari PODSI Kalimantan Tengah turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pak Subandi. Kita kehilangan salah satu motivator bagi generasi atlet yang akan datang, khususnya cabang olahraga dayung. Semoga semangat dan dedikasi beliau menjadi inspirasi bagi atlet-atlet dayung Kalimantan Tengah ke depan,” ujarnya.
Subandi meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, serta dua cucu. Kepergian sosok legendaris ini menambah daftar putra terbaik Kalimantan Tengah yang telah memberikan pengabdian besar bagi daerah melalui dunia olahraga.
Warisan prestasi, dedikasi, serta semangat juang yang ditinggalkan almarhum akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah olahraga Kalimantan Tengah dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus di masa mendatang.
Penulis Wiyandri