Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng, Sunarti, bersama jajaran dan perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah berfoto bersama usai kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalteng di Aula Betang Hapakat, Selasa (12/5/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menunjukkan keyakinan kuat bahwa kinerja ekonomi daerah akan tetap berada pada jalur positif sepanjang 2026, meskipun dihadapkan pada dinamika dan tekanan ekonomi global.
Optimisme tersebut mengemuka dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Betang Hapakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026).
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Sunarti, yang hadir mewakili Gubernur Agustiar Sabran, menegaskan bahwa fondasi ekonomi daerah masih cukup kuat. Ia menyebut sektor pertanian serta industri pengolahan menjadi tulang punggung utama pertumbuhan, didukung percepatan hilirisasi dan peningkatan investasi.
Menurutnya, strategi menjaga pertumbuhan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari sinergi lintas sektor. Upaya tersebut mencakup penguatan hilirisasi komoditas unggulan, peningkatan produksi pangan, pengendalian inflasi, hingga pengembangan sektor pariwisata dan UMKM.
“Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Sunarti saat membacakan sambutan gubernur.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menciptakan sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan pariwisata dan UMKM berbasis digital. Dukungan berupa pelatihan, penguatan infrastruktur, serta kemitraan dengan pelaku industri dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha lokal di tengah persaingan global.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi ini menjadi bagian dari peran aktif Bank Indonesia dalam memberikan gambaran kondisi ekonomi sekaligus rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, ketidakpastian ekonomi global pada 2026 masih dipengaruhi konflik geopolitik dan tekanan inflasi dunia. Namun demikian, Bank Indonesia tetap menjaga suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen sebagai langkah untuk mempertahankan stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.
“Sinergi dan koordinasi yang kuat diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah agar tetap berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri