Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memantau pelaksanaan program MBG di SMAN 5 Palangka Raya, beberapa waktu lalu. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalteng mencatat pemerintah merealisasikan belanja program MBG sebesar Rp73 miliar hingga 31 Maret 2026 di Kalteng
Kepala Kanwil DJPb Kalteng, Herry Hernawan, menjelaskan, pemerintah menyalurkan anggaran MBG melalui APBN, dan langsung mengalirkannya kepada masyarakat penerima manfaat.
“Belanja program MBG merupakan bagian dari kinerja APBN,” kata Herry, Senin (11/5/2026).
Herry menyebut, pemerintah menjalankan program tersebut melalui 87 SPPG yang aktif di berbagai wilayah Kalteng. Program ini juga menyerap 3.845 tenaga kerja lokal. Pemerintah melibatkan 701 pemasok dalam rantai distribusi pangan untuk melayani 230.922 penerima manfaat.
DJPb Kalteng mencatat, program ini menjangkau berbagai kelompok. Mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa PAUD hingga SMA. Kemudia, santri, sekolah khusus (SKH), hingga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).
Selain MBG, DJPb Kalteng juga mencatat pemerintah merealisasikan belanja APBN di sektor lain yang langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah mengalokasikan belanja pendidikan sebesar Rp51,52 miliar, dengan penggunaan terbesar pada Program Dukungan Manajemen sebesar Rp22,31 miliar dan Program Wajib Belajar 13 Tahun sebesar Rp13,88 miliar.
Pada sektor kesehatan, pemerintah merealisasikan belanja Rp28,39 miliar. DJPb mencatat sebagian besar dana tersebut digunakan untuk dukungan manajemen Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah sebesar Rp13,04 miliar.
Di sektor infrastruktur, pemerintah membelanjakan Rp247,67 miliar. Pemerintah mengalokasikan dana itu untuk operasi dan pemeliharaan sumber daya air, layanan transportasi udara, pengembangan transmigrasi, serta pembangunan jalan nasional senilai Rp211,96 miliar.
Herry menegaskan, pemerintah terus mendorong belanja APBN agar memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui peningkatan gizi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Kalteng.
Editor: Frans Dodie*