Ketua Organda Provinsi Kalteng, Ducun Helduk Umar, melantik pengurus DPC Organda Kabupaten Kapuas periode 2026–2031, Senin (11/5/2026). Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Ketua Organda Provinsi Kalteng, Ducun Helduk Umar, melantik kepengurusan DPC Organda Kabupaten Kapuas periode 2026–2031, Senin (11/5/2026).
Pemkab Kapuas meminta pengurus baru menjaga kekompakan antaranggota dan menghindari konflik antartrayek maupun perusahaan otobus (PO) yang dapat merugikan masyarakat.
Kepala Bagian PBJ Setda Kapuas, Sidik Widyanto, menyampaikan pesan tersebut saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno.
“Saya titip, jaga kekompakan anggota. Jangan sampai ada konflik antartrayek maupun antar-PO yang merugikan masyarakat. Selesaikan setiap persoalan dengan musyawarah dan kepala dingin,” kata Sidik.
Ia menegaskan, Organda memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau bagi masyarakat.
Sidik berharap, kepengurusan baru mampu membawa Organda menjadi organisasi yang solid dan profesional di bawah kepemimpinan Arjusika Triady AK.
“Pemkab Kapuas menyambut baik kepengurusan yang baru. Kami berharap, Organda Kapuas semakin solid dan profesional,” ujarnya.
Masih Banyak Persoalan
Sementara itu, Ketua DPC Organda Kapuas, Arjusika Triady, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya, dan seluruh jajaran pengurus. Amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar karena Kapuas memiliki wilayah luas dengan tantangan transportasi yang beragam, baik di jalur darat maupun sungai.
“Kapuas bukan kabupaten kecil. Wilayahnya luas, dari Kuala Kapuas sampai Mantangai, dari Basarang sampai Pulau Petak. Di setiap jalur itu ada bus, angkot, truk, hingga kelotok angkutan yang menjadi nadi ekonomi masyarakat,” kata Arjusika.
Ia menyebut, pelaku usaha angkutan di Kapuas masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, persaingan trayek, hingga distribusi BBM subsidi dan retribusi transportasi.
Meski demikian, Arjusika optimistis seluruh tantangan tersebut dapat diselesaikan melalui kekompakan antaranggota ORGANDA.
“Saya yakin, kalau kita kompak, semua tantangan itu bisa kita hadapi bersama,” ucapnya.
Selanjutnya, Arjusika menegaskan, Organda menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha angkutan tanpa membedakan jumlah armada yang dimiliki. Ia meminta seluruh anggota menghentikan perselisihan di lapangan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan transportasi.
“Tidak ada lagi saling sikut di jalan dan tidak ada lagi ribut di grup WA. Kalau ada persoalan trayek atau masalah di lapangan, mari kita selesaikan bersama di kantor DPC,” tegasnya.
Editor: Frans Dodie*