Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Menteri Kehutanan RI merasakan langsung dampak kabut asap akibat karhutla yang dialami masyarakat di Kalimantan Tengah.
PALANGKA RAYA. TOVMEDIA.CO.ID– Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni turun langsung ke Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melihat sekaligus merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membebani masyarakat.
Arif mengusulkan agar Menhut meluangkan waktu selama 10 hari untuk mengunjungi sejumlah daerah terdampak, mulai dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Gunung Mas, hingga wilayah lain yang mengalami kebakaran dan kabut asap.
Menurutnya, kunjungan tersebut seharusnya tidak sebatas menghadiri pertemuan resmi dengan pemerintah daerah. Menteri perlu melihat langsung kondisi warga yang setiap hari harus beraktivitas di tengah kabut asap.
“Coba nginap 10 hari lah, jangan di hotel terus kalau ada kunjungan. Biar merasakan apa yang dirasakan kita,” kata Arif, Selasa (12/10/2026).
Ia menyarankan agar selama berada di Kalteng, Raja Juli tidak hanya menginap di hotel, tetapi juga dapat memanfaatkan rumah jabatan gubernur atau wali kota, bahkan tinggal di rumah warga yang berada di wilayah terdampak karhutla.
Arif menilai, pengalaman melihat kondisi masyarakat secara langsung akan memberikan gambaran lebih utuh mengenai dampak karhutla, mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap hingga terganggunya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga.
Ia menegaskan, penanganan karhutla perlu didukung perhatian serius pemerintah pusat, koordinasi lintas pemerintahan, serta langkah konkret yang berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Melalui usulan tersebut, Arif berharap Menteri Kehutanan dapat mengevaluasi kondisi di lapangan secara langsung sehingga kebijakan dan upaya penanggulangan karhutla di Kalteng semakin tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Penulis : Eka
Editor : Frans Dodie
