Kepala SPPG Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, Boris Chandra Aulia, menunjukkan QR code yang dapat diakses oleh masyarakat. Inovasi digital ini memudahkan akses informasi menu dan kandungan gizi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, membuat inovasi digital berupa QR code untuk meningkatkan transparansi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat dapat langsung mengakses informasi menu dengan memindai kode tersebut menggunakan ponsel pintar.
Kepala SPPG Kota Palangka Raya, Jekan Raya, Menteng 1, Boris Chandra Aulia, menegaskan, pihaknya menghadirkan inovasi ini sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
“Kami menjadi pionir dalam penggunaan QR code. Kami menunjukkan komitmen untuk transparan kepada masyarakat,” ujar Boris, Kamis (30/4/2026).
Melalui QR code tersebut, masyarakat—terutama orang tua siswa penerima manfaat—dapat mengetahui berbagai informasi penting terkait MBG. Sistem itu menampilkan tanggal distribusi, waktu uji organoleptik, status kelayakan konsumsi, batas aman konsumsi, daftar menu, hingga rincian harga satuan bahan dan harga per porsi.
“SPPG juga menyertakan informasi kandungan gizi dalam setiap porsi makanan. Sehingga masyarakat dapat memantau kualitas asupan yang diterima siswa,” katanya.
Boris menjelaskan, dapur MBG yang terletak di Jalan Yogyakarta tersebut saat ini melayani 2.653 penerima manfaat. SPPG menyalurkan makanan ke enam sekolah dari tingkat SD hingga SMA, serta delapan posyandu di wilayah tersebut.
“Program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menghadirkan kesetaraan. Anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi mengonsumsi menu dengan standar dan kualitas yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, program ini mendorong terciptanya ruang egaliter bagi generasi muda serta memperkuat kebersamaan. Keseragaman menu membantu mengurangi stigma perbedaan status sosial di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Pengawas Lapangan, Ted Apry Mahendra, menjelaskan, pihaknya menyebarkan QR code melalui grup WhatsApp dan menempelkannya di setiap sekolah serta posyandu yang dilayani.
Editor: Frans Dodie*