Jajaran TP PKK Kabupaten Kapuas mengikuti rapat koordinasi dukungan terhadap Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026, Selasa (6/10/2026). Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Sebanyak 3.843 anak di Kabupaten Kapuas tercatat berisiko belum menerima imunisasi dasar sama sekali atau berstatus zero dose.
Data Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan yang dipaparkan dalam rapat koordinasi mendorong TP PKK Kapuas memperkuat dukungan terhadap Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026.
Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Siti Saniah Wiyatno, mengajak seluruh jajaran TP PKK dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk membantu menjangkau anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap.
Saniah menyampaikan ajakan tersebut saat memimpin rapat koordinasi dukungan TP PKK terhadap Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026, Selasa (6/10/2026). Peserta mengikuti rapat secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting.
Pemerintah menjalankan program Bulan Imunisasi Kejar pada 1–31 Oktober 2026 di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Kapuas. Program ini menyasar bayi berusia 0–11 bulan dan anak berusia 12–23 bulan yang belum pernah atau belum lengkap menerima imunisasi sesuai jadwal.
“Yang kita cari bukan hanya anak yang sama sekali belum pernah imunisasi, tetapi juga anak yang sudah pernah imunisasi namun masih ada yang belum lengkap,” ujar Saniah.
Materi Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan yang dipaparkan dalam rapat mencatat 3.843 anak berstatus zero dose di Kapuas. Materi tersebut menyebut jumlah itu sebagai yang tertinggi di Kalteng.
Saniah menegaskan bahwa program imunisasi kejar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya Dinas Kesehatan. Ia menilai TP PKK dapat membantu petugas menjangkau keluarga melalui jaringan hingga tingkat desa, kelurahan, Posyandu, dan dasawisma.
“Ini adalah pekerjaan bersama. PKK mempunyai peran yang sangat besar karena PKK berada dekat dengan keluarga, dekat dengan ibu, dekat dengan anak, dan mempunyai jaringan sampai ke desa, kelurahan, Posyandu, serta dasawisma,” katanya.
Saniah meminta ketua TP PKK di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa berkoordinasi dengan puskesmas, bidan desa, kader Posyandu, lurah, serta kepala desa untuk mengidentifikasi anak yang membutuhkan imunisasi.
Ia juga meminta kader PKK mengajak keluarga membawa anak ke fasilitas pelayanan imunisasi.
Menurut Saniah, sejumlah faktor dapat menghambat anak menerima imunisasi sesuai jadwal. Faktor tersebut meliputi keterbatasan informasi, kekhawatiran orang tua terhadap efek setelah imunisasi, serta kendala jarak dan transportasi.
Untuk mengatasi hambatan itu, ia mendorong jajaran PKK menyebarkan informasi melalui grup WhatsApp, kegiatan PKK, Posyandu, pengajian, dasawisma, pertemuan desa, dan media sosial.
“Jadi saya ingin gerakan kita sederhana tetapi nyata: temukan anaknya, ajak keluarganya, antar atau arahkan ke pelayanan, dan pastikan imunisasinya dilengkapi,” tegasnya.
Saniah berharap, seluruh jajaran TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan dapat membantu petugas menjangkau lebih banyak anak.
“Mari kita jadikan Bulan Imunisasi Kejar ini sebagai gerakan bersama untuk memastikan tidak ada anak Kapuas yang terlewat dari perlindungan imunisasi,” ujarnya.
Editor: Frans Dodie*
