Tiga calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 yang lolos ke tahap seleksi akhir di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi usai ditetapkan melalui Rapat Senat Tertutup di Aula Rahan Rektorat UPR, Kamis (9/7/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 memasuki babak akhir. Rapat Senat Tertutup UPR resmi menetapkan tiga calon rektor yang akan mengikuti tahapan seleksi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Dalam pemungutan suara yang berlangsung di Aula Rahan Rektorat UPR, Kamis (9/7/2026), Dr. Thea Farina, S.H., M.Kn. meraih suara terbanyak dengan 16 suara. Sementara Prof. Dr. Liswara Neneng, S.Pd., M.Si. dan Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D. masing-masing memperoleh 11 suara, sehingga ketiganya berhak melaju ke tahapan akhir di Kemdiktisaintek.
Adapun Dr. Natalina Asi, M.A. memperoleh 4 suara dan belum berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya.
Ketua Senat UPR, Prof. Petrus Poerwadi, mengatakan proses pemilihan yang diikuti 42 anggota senat berlangsung lancar, tertib, terbuka, dan demokratis. Menurutnya, seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.
“Proses pemilihan berlangsung terbuka, tertib, dan demokratis. Ini bentuk komitmen UPR menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam menentukan calon pemimpin universitas lima tahun ke depan,” ujar Petrus.
Ia menjelaskan, tiga nama yang telah ditetapkan oleh Senat UPR selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengikuti tahapan seleksi akhir. Pada tahap tersebut, menteri memiliki porsi suara sebesar 35 persen dalam penentuan rektor terpilih.
Tahapan di tingkat kementerian menjadi penentu akhir dalam rangkaian Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya periode 2026–2030 sebelum ditetapkannya rektor definitif yang akan memimpin UPR selama lima tahun ke depan.
Penulis : Wiyandri