Prof. Bhayu Rhama ST MT PhD resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030 di Jakarta, Senin (5/10/2026).
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Prof. Bhayu Rhama ST MT Ph D, resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030, di Gedung D, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pelantikan dilakukan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI Brian Yuliarto melalui Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco.
Usai dilantik, kepada awak media, Prof Bhayu mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah kembali ke Palangka Raya untuk membangun harmonisasi, dan merangkul seluruh pihak di lingkungan UPR.
Ia menegaskan, kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjalankan kepemimpinan, agar program yang disiapkan dapat memberikan dampak bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
“Yang pertama, kita segera kembali ke Palangka Raya untuk mengharmonisasikan dan merangkul semua pihak, supaya kita semua bisa berjalan menjadi satu demi UPR yang kita cintai ini, supaya berdampak juga pada masyarakat di Kalimantan Tengah,” katanya.
Memasuki 100 hari pertama kepemimpinannya, Prof Bhayu menyebut sejumlah persoalan dasar di lingkungan kampus akan menjadi prioritas.
Menurutnya, ketersediaan listrik, pendingin ruangan, serta kelayakan ruang kelas menjadi perhatian awal, agar proses pembelajaran mahasiswa dapat berlangsung lebih nyaman.
“Saya akan komitmen untuk menjalankan visi-visi kita. Jadi 100 hari pertama ini permasalahan dasar itu akan menjadi prioritas kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi kabut asap yang masih terjadi di Palangka Raya, juga menjadi perhatian. Karena itu, pihaknya akan berupaya maksimal agar aktivitas akademik tetap dapat berjalan dengan baik.
“Semua standar kelas itu saya harapkan bisa terpenuhi, sehingga mahasiswa bisa belajar dengan nyaman. Karena ini masih kabut asap, kita berusaha maksimal, seoptimal mungkin,” pungkasnya.
Terpisah, mantan Wakil Rektor Bidang Akademik UPR periode 2022–2026, Dr Natalina Asi MA berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus membawa UPR ke arah yang lebih baik.
“Melanjutkan kepemimpinan yang ada, semua yang dicapai itu bisa dilanjutkan ke arah yang lebih baik. Karena UPR itu perlu ditingkatkan, sehingga lulusan UPR bisa dibanggakan, berarti secara kualitas juga harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menyebut, pemimpin baru membutuhkan proses adaptasi untuk memahami kondisi UPR sebelum menjalankan berbagai agenda ke depan.
“Semua kan proses. Ada proses yang harus dijalani, apalagi pemimpin baru perlu adaptasi. Paling tidak mereka bisa memahami posisi UPR sekarang untuk ke depannya,” tutupnya.

Sementara usai acara pelantikan, Prof. Bhayu mengajak seluruh rekan guru besar dan dosen yang hadir untuk makan malam bersama, di rumah makan 1000 Rasa, Darmawangsa, Jakarta.
Dalam momen itu, nampak silaturahmi terjalin sangat erat. Bahkan, tidak sedikit membahas tentang bagaimana memajukan UPR ke depan, agar menjadi lebih baik.
Penulis : Eka
Editor : Ika
