Rapat Teknis Penyusunan Program Kerja TPAKD Kabupaten Kapuas Tahun 2027 yang diikuti OJK Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Akses layanan keuangan di Kabupaten Kapuas terus meluas. Hingga Triwulan II 2026, Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) telah menjangkau 1.090 agen.
Jumlah tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan sebanyak 50 agen. Capaian ini menjadi salah satu hasil evaluasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kapuas.
Tak hanya Laku Pandai, sejumlah program akses keuangan lainnya juga mencatat capaian di atas target. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), misalnya, telah menjangkau 271 pelaku UMKM dari target 102 peserta. Sementara itu, Program Simpanan Pelajar (SimPel) telah menjangkau 595 pelajar. Angka tersebut melampaui target 287 pelajar.
Capaian sejumlah program itu dibahas dalam Rapat Teknis Penyusunan Program Kerja TPAKD Kabupaten Kapuas Tahun 2027. Rapat tersebut melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalteng, Andrianto Suhada, mengatakan hasil tersebut dapat menjadi pijakan dalam menyusun program kerja TPAKD berikutnya.
“Perlu kami tekankan pentingnya program yang disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di daerah,” kata Andrianto.
Menurut dia, perluasan akses keuangan tidak cukup hanya melihat jumlah program atau penerima layanan. Pemerintah dan pemangku kepentingan juga perlu memastikan masyarakat memperoleh manfaat serta mampu menggunakan produk dan layanan keuangan secara tepat.
Perkuat Sinergi
Di sisi lain, Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menyatakan pemerintah daerah akan memperkuat sinergi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan masyarakat.
“Penguatan akses keuangan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dodo.
Karena itu, pemerintah daerah dan OJK diharapkan dapat melanjutkan capaian tersebut melalui program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perluasan Laku Pandai juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya semakin mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga dapat memanfaatkan produk jasa keuangan secara bijak.
Editor: Frans Dodie*