Arif saat melayani pembeli di kawasan Taman Iring Witu, Buntok, Senin (31/8/2026).
BUNTOK, TOVMEDIA.CO.ID – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga mulai memukul aktivitas ekonomi, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di Buntok, Kabupaten Barito Selatan, kondisi tersebut turut dirasakan para pedagang kaki lima (PKL) yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas masyarakat di ruang terbuka.
Arif, salah seorang pedagang pentol yang berjualan di kawasan Taman Iring Witu, Kecamatan Dusun Selatan, mengaku omzet penjualannya mengalami penurunan hingga sekitar 40 persen sejak kabut asap menyelimuti wilayah tersebut.
“Semenjak kabut asap, omzet saya berkurang hingga 40 persen dari biasanya,” ujar Arif saat ditemui, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, penurunan omzet terjadi karena masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara dipenuhi kabut asap. Hal itu berdampak langsung terhadap jumlah pengunjung yang datang ke kawasan Taman Iring Witu.
Padahal, kata Arif, kawasan tersebut biasanya ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore hingga malam hari. Banyak warga datang untuk menikmati suasana sore di tepian Sungai Barito sekaligus membeli makanan dan jajanan yang dijajakan para pedagang.
“Biasanya sore sampai malam cukup ramai. Sekarang banyak orang memilih tidak keluar rumah karena kabut asap,” katanya.
Arif berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas masyarakat di ruang terbuka kembali normal. Dengan demikian, para pelaku UMKM, khususnya pedagang kecil seperti dirinya, dapat kembali memperoleh penghasilan seperti sebelumnya.
Kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng dalam beberapa waktu terakhir memang menjadi persoalan yang tidak hanya menyangkut kesehatan dan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap sektor ekonomi masyarakat kecil yang bergantung pada aktivitas warga di luar ruangan.
Penulis : Wiyandri
Editor : Frans Dodie