Grafik pertumbuhan pasar modal di Kalteng.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Minat masyarakat Kalteng terhadap pasar modal terus meningkat. Hingga Juli 2026, jumlah investor saham di provinsi tersebut mencapai 264.721 investor.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan, pertumbuhan jumlah investor menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal.
OJK Kalteng mencatat pertambahan 146.110 investor atau 123,18 persen secara tahunan dari 118.611 investor pada Juli 2025.
“Investor juga meningkatkan nilai transaksi saham,” kata Primandanu, Selasa (6/10/2026).
Pada Juli 2026, mereka membukukan transaksi saham sebesar Rp1,16 triliun, naik Rp456,10 miliar atau 64,39 persen dari Rp708,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
OJK Kalteng bersama Bursa Efek Indonesia, perusahaan sekuritas, dan pemerintah daerah mendorong pertumbuhan investor melalui rangkaian kegiatan Road to Sekolah Pasar Modal Terpadu (SEPMT).
Menurut Primandanu, edukasi pasar modal menjadi bagian penting untuk memperluas pemahaman masyarakat sebelum mereka menggunakan produk investasi.
Pelaku usaha di daerah juga mulai memanfaatkan Securities Crowdfunding (SCF) sebagai alternatif sumber pembiayaan.
Pelaku usaha memperoleh pendanaan Rp7 miliar melalui skema SCF untuk kebutuhan modal kerja dan belanja modal di bidang properti, real estat, dan konstruksi bangunan di Kota Palangka Raya.
OJK menilai SCF dapat membuka sumber pembiayaan bagi UMKM dan perusahaan rintisan yang memiliki prospek usaha tetapi belum memenuhi persyaratan pendanaan melalui pasar modal konvensional atau perbankan.
Masyarakat juga meningkatkan pembelian produk reksa dana melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Nilai penjualan meningkat dari Rp19,4 miliar menjadi Rp79,15 miliar.
Primandanu mengatakan OJK Kalteng akan terus mendorong edukasi dan perluasan akses pasar modal agar masyarakat memahami risiko dan manfaat setiap produk investasi.
Editor: Frans Dodie*
