Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto.
MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Ardianto, meminta pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi tabung 3 kilogram diperketat agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang berhak.
Hal tersebut disampaikan Ardianto saat menanggapi pelaksanaan Operasi Pasar Penyeimbang LPG 3 kilogram yang digelar Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Rayya Aira Bersaudara di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan.
Menurutnya, operasi pasar merupakan langkah yang tepat untuk membantu masyarakat memperoleh LPG bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan distribusi yang lebih optimal agar persoalan kelangkaan tidak terus berulang.
“Pengawasan distribusi harus diperketat, mulai dari tingkat agen hingga pangkalan. Dengan begitu, LPG bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan tidak terjadi penyimpangan dalam penyalurannya,” ujar Ardianto, Rabu (24/6/2026).
Ia menilai LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pihak terkait harus memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara.
Selain memperketat pengawasan, Ardianto juga mendorong koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah, Pertamina, agen, dan pangkalan LPG agar setiap potensi gangguan distribusi dapat segera diatasi.
Menurutnya, operasi pasar merupakan solusi yang efektif dalam jangka pendek, tetapi pembenahan sistem distribusi menjadi langkah yang lebih penting untuk menciptakan pasokan LPG yang stabil dan berkelanjutan.
“Kami berharap sistem distribusi terus diperbaiki sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi. Dengan pengawasan yang baik, pasokan dapat tetap terjaga dan penyalurannya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.
Editor : Frans Dodie