Kepala Diskominfosantik Kabupaten Kapuas, Hartoni U. Sawang (kiri), menerima STR KapuasKab-TTIS dari Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kapuas memperkuat keamanan informasi dan sistem elektronik pemerintahan setelah menerima Surat Tanda Registrasi (STR) KapuasKab-TTIS dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kapuas, Hartoni U. Sawang menerima STR tersebut di Aula dr Roebiono Kertopati, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026).
Hartoni menyampaikan informasi itu pada Rabu (7/10/2026). Penyerahan STR tersebut berlangsung bersamaan dengan pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sektor administrasi pemerintahan dan pembangunan manusia tahun 2026.
KapuasKab-TTIS bertugas menangani insiden keamanan siber di lingkungan Pemkab Kapuas. Melalui tim ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi gangguan dan ancaman terhadap keamanan informasi.
Registrasi tersebut memperkuat posisi KapuasKab-TTIS dalam ekosistem Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di Indonesia. Registrasi ini juga membuka ruang koordinasi yang lebih kuat antara Pemkab Kapuas dan BSSN ketika menangani insiden siber.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menandai pengukuhan TTIS dengan memukul gong.
Pengukuhan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2021 tentang BSSN, Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022 tentang Perlindungan Infrastruktur Informasi Vital, serta Peraturan BSSN Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Insiden Siber.
Dalam arahannya, BSSN menekankan pentingnya pembentukan TTIS/CSIRT di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Tim tersebut berperan dalam memitigasi risiko, mendeteksi ancaman, serta merespons insiden siber secara cepat dan terkoordinasi. Upaya itu juga mendukung keberlangsungan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dan layanan publik digital.
Para kepala daerah dan kepala dinas komunikasi dan informatika dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia mengikuti rangkaian pengukuhan tersebut.
Setelah pengukuhan, perwakilan tim mengikuti Cyber Incident Exchange Forum (CIEF) 2026. Forum tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan teknis dan bertukar pengetahuan tentang penanganan insiden siber.
Editor: Frans Dodie*
