Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, dan jajaran saat mengunjungi perkebunan buah naga di Kelurahan Kalampangan, Palangka Raya. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pembiayaan untuk mengembangkan ekosistem buah naga di Kalampangan, Kota Palangka Raya, terus meningkat. Hingga 16 September 2026, BRI, BNI, dan Bank Kalteng menyalurkan kredit Rp9,31 miliar kepada para pembudidaya.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan, pertumbuhan pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan ekonomi daerah melalui ekosistem usaha yang melibatkan pembudidaya, perbankan, offtaker, perusahaan penjaminan, dan perusahaan asuransi.
“Kami mencatat kenaikan penyaluran sebesar Rp2,46 miliar atau 35,91 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai Rp6,85 miliar,” katanya, Selasa (6/10/2026).
Para pembudidaya menggunakan pembiayaan tersebut untuk modal kerja. Antara lain, menanam, merawat, dan memupuk tanaman. Mereka juga menggunakan pembiayaan untuk memperluas lahan, membangun gudang atau tempat penyimpanan, serta membeli alat angkut.
Para pembudidaya, offtaker, perbankan, perusahaan penjaminan, dan perusahaan asuransi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) pada 22 Mei 2026. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya turut menyaksikan penandatanganan tersebut.
Jamkrida Kalteng bersama Bank Kalteng menargetkan penjaminan kredit dengan nilai Rp22,5 juta untuk tiga debitur. BPJS Ketenagakerjaan juga mendaftarkan 30 pelaku usaha di Kalampangan ke dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Kematian (JK).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap 665 kilogram buah naga sebagai offtaker. Namun, kondisi karhutla menghambat penyerapan komoditas. Kegiatan pembelajaran jarak jauh membuat SPPG di Kota Palangka Raya menutup sementara kegiatan operasionalnya sehingga pembelian buah naga ikut terdampak.
Primandanu mengatakan, OJK Kalteng akan terus memantau perkembangan program PED bersama pihak terkait untuk menjaga keberlanjutan ekosistem usaha di daerah.
Editor: Frans Dodie*
