Anggota DPRD Kalteng, Bambang Irawan, memberikan keterangan terkait pemadaman listrik di Kalimantan Tengah usai rapat paripurna, Jumat (26/6/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Bambang Irawan, menyoroti terjadinya pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut disampaikan Bambang Irawan saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (26/6/2026). Menurutnya, kondisi pemadaman listrik yang terjadi secara bergantian sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha skala rumah tangga maupun sektor usaha kecil lainnya.
Ia menilai, pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan usahanya pada ketersediaan listrik, termasuk usaha rumahan hingga sektor peternakan.
Bambang meminta pihak PLN agar lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait jadwal pemadaman, sehingga warga maupun pelaku usaha dapat melakukan antisipasi lebih awal.
“Kalau memang ada pemadaman terjadwal, seharusnya diinformasikan jauh-jauh hari. Jangan sampai dampaknya justru merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sedang berupaya meningkatkan taraf hidup mereka,” ujarnya.
Terkait adanya dugaan keterkaitan pemadaman listrik di Kalimantan dengan peristiwa gangguan listrik besar atau blackout di Pulau Jawa, Bambang menilai hal tersebut tidak masuk akal secara logika. Menurutnya, sistem kelistrikan di Kalimantan memiliki suplai dan sumber daya sendiri yang berbeda dengan sistem di wilayah lain.
“Secara logika, Kalimantan punya suplai sendiri, punya mesin sendiri, sumber daya sendiri. Jadi tidak ada hubungan langsung dengan gangguan listrik yang terjadi di daerah lain. Yang paling dirasakan dampaknya tetap masyarakat dan pelaku usaha,” tegasnya.
Ia berharap persoalan ini segera menjadi perhatian serius agar pelayanan kelistrikan di Kalimantan Tengah dapat kembali stabil dan tidak menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Penulis : Wiyandri