Personel tim UPR melakukan penanganan kebakaran lahan di Kampus Yos Sudarso, Selasa (25/8/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di kawasan aset kampus Yos Sudarso di tengah kondisi kemarau panjang dan cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Kepala UPA Pengelola Lahan Gambut UPR sekaligus Koordinator Lapangan Tim Penanggulangan Kebakaran Lahan UPR, Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si., Ph.D, mengatakan penanganan dilakukan sejak titik api pertama kali terdeteksi. Tim langsung diterjunkan untuk mencegah api meluas, khususnya ke kawasan strategis kampus.
Dalam penanganan tersebut, UPR mengerahkan tim gabungan yang melibatkan UPA Pengelolaan Lahan Gambut, Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), Peat Techno Park (PTP), tim Urusan Barang Milik Negara dan Rumah Tangga (BMN-RT), serta relawan dari unsur civitas akademika.
Upaya pemadaman berhasil mengendalikan titik api yang sempat mendekati kawasan Gedung PPIIG dan Gedung Merah Putih.

Meski api permukaan telah berhasil dipadamkan, tim tetap melakukan pemantauan dan pembasahan secara berkala. Langkah tersebut dinilai penting karena karakteristik lahan gambut memungkinkan api bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul ketika kondisi cuaca panas serta angin kencang.
“Penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam. Lahan gambut memiliki potensi menyimpan bara di bawah permukaan sehingga pemantauan dan pembasahan tetap dilakukan secara intensif,” kata Adi Jaya.
Selain penanganan di lapangan, UPR juga memperkuat langkah perlindungan terhadap civitas akademika dari dampak kabut asap. Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng. menetapkan sejumlah penyesuaian kegiatan akademik dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Perkuliahan tatap muka dijadwalkan mulai paling awal pukul 08.00 WIB dengan durasi yang disesuaikan. Kegiatan praktikum dan laboratorium juga dapat mengalami penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.
Khusus Gedung Kuliah Terpadu Merah Putih A dan B, kegiatan tatap muka ditiadakan pada 19-28 Agustus 2026 dan dialihkan ke pembelajaran daring maupun ruang kuliah fakultas yang dinilai aman.
Aktivitas akademik, kemahasiswaan, serta kegiatan organisasi mahasiswa di luar ruangan juga dibatasi. Civitas akademika diimbau menggunakan masker selama berada di lingkungan kampus.
UPR juga menyiapkan opsi pelaksanaan perkuliahan secara daring penuh apabila kualitas udara mengalami penurunan hingga berada pada kondisi yang tidak mendukung kegiatan tatap muka.
Sebagai langkah antisipasi, UPR meningkatkan patroli dan pemantauan titik panas di seluruh hamparan lahan kampus, terutama kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kesiapan sarana pembasahan turut diperkuat melalui penyediaan suplai air, tandon penampungan, serta pompa jinjing pemadam di sejumlah titik strategis di sekitar kampus.
Koordinasi lintas unit di lingkungan UPR juga terus diperkuat, termasuk membuka ruang sinergi dengan BPBD, unsur pemadam, TNI, Polri, Manggala Agni, serta pihak terkait lainnya apabila terjadi peningkatan eskalasi kebakaran.
Pimpinan UPR menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel tim tanggap darurat, dosen, tenaga kependidikan, relawan mahasiswa, petugas keamanan kampus, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, bank mitra UPR, serta masyarakat yang turut membantu proses pemadaman dan pengamanan kawasan kampus.
Melalui langkah cepat, koordinasi lintas unsur, serta peningkatan kesiapsiagaan, UPR berkomitmen menjaga kawasan kampus tetap aman sekaligus mencegah ancaman karhutla meluas di lingkungan pendidikan tersebut.
Penulis : Wiyandri
Editor : Frans Dodie