Kepala OJK Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz (tengah), menyampaikan perkembangan sektor jasa keuangan dan pemantauan dampak karhutla di wilayah setempat. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Asap karhutla mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kalteng. Di tengah tekanan terhadap mobilitas dan kegiatan usaha, sektor jasa keuangan di provinsi itu masih menunjukkan ketahanan.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan, kondisi sektor jasa keuangan di wilayah setempat masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global dan nasional serta dampak karhutla.
OJK Kalteng mencatat fungsi intermediasi, kualitas pembiayaan, dan aktivitas lembaga jasa keuangan masih berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Ketahanan sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting untuk menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi daerah, khususnya ketika berbagai tantangan dapat memengaruhi mobilitas, produktivitas, dan kegiatan usaha masyarakat,” kata Primandanu, Selasa (6/10/2026).
Primandanu mengatakan hal itu dalam kegiatan Update Batang Garing (Berbagai Berita tentang Perkembangan Industri Jasa Keuangan). OJK Kalteng terus memantau dampak karhutla terhadap masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga jasa keuangan. OJK juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Primandanu, hingga Agustus 2026, OJK mengidentifikasi 40 debitur yang berpotensi terdampak karhutla. Total baki debet kredit atau pembiayaan mereka mencapai Rp10,32 miliar.
OJK juga mengidentifikasi potensi klaim asuransi sebesar Rp455,82 juta. Menurut Primandanu, klaim tersebut dapat membantu memitigasi risiko kredit atau pembiayaan yang terdampak sesuai ketentuan dan mekanisme pertanggungan yang berlaku.
OJK Kalteng tetap menjaga fungsi intermediasi agar masyarakat dan pelaku usaha dapat mengakses layanan keuangan. OJK juga memperkuat pelindungan konsumen serta mendorong literasi dan inklusi keuangan sesuai kebutuhan masyarakat.
Primandanu mengatakan, OJK Kalteng akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Editor: Frans Dodie*
