* Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menyampaikan kata sambutan di hadapan ribuan jemaah yang menghadiri peringatan Hari Santri sekaligus Istighosah dan Doa Bersama di Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026). Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong menghadapi karhutla. Pemprov Kalteng mengimbangi upaya pemadaman lapangan dengan memperkuat ikhtiar batin melalui doa bersama.
Agustiar menyampaikan ajakan itu saat menghadiri Istighosah Peringatan Hari Santri 2026 di Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya, Kamis (22/10/2026). Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo beserta ribuan jemaah turut memadati lokasi acara.
“Kami mengajak masyarakat menundukkan hati. Kita memohon ampunan dan pertolongan Allah SWT agar Allah menyerahkan rahmat-Nya dan mengangkat bencana karhutla dari Bumi Tambun Bungai,” ujar Agustiar.
Saat ini Pemprov Kalteng memacu pemadaman karhutla bersama TNI, Polri, relawan, dan elemen masyarakat. Agustiar menilai sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penanganan kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel lapangan yang berjuang menaklukkan api di berbagai wilayah Kalteng.
Ia menegaskan, tim lapangan tidak hanya memadamkan api. Pemprov Kalteng juga terus menekan dampak bencana terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar warga.
Untuk memulihkan kesehatan warga, Pemprov Kalteng menyediakan rumah oksigen, membagikan masker dan vitamin, serta menyalurkan jutaan liter air bersih. Pemerintah juga menggelontorkan 450.000 paket bantuan pangan untuk masyarakat Kalteng.
“Selain ikhtiar lahir, kita wajib memperkuat ikhtiar batin lewat doa, zikir, dan istighfar. Man jadda wajada, siapa bersungguh-sungguh, ia akan berhasil,” tegas Agustiar.
Agustiar berharap, hujan segera mengguyur wilayah Kalteng agar hujan memadamkan api dan melenyapkan kabut asap. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas harian secara aman dan sehat.
Gubernur menyerahkan bantuan pangan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Penerima bantuan mencakup marbot masjid, pemuka agama, ustaz-ustazah, guru pesantren, guru PAUD/TK, ibu-ibu pengajian, serta pengurus panti asuhan.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng Muhammad Yusi Abdhian mencatat, kegiatan ini menghimpun lebih dari 3.000 peserta. Jemaah terdiri dari santri, pengajar TPA, imam masjid, hingga aparatur sipil negara (ASN).
Rois Syuriah PWNU Kalteng KH Chairudin Halim memimpin rangkaian istighosah melalui pembacaan Surah Yasin, selawat, dan doa bersama.
Peringatan Hari Santri 2026 ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Agustiar mendorong para santri berkontribusi nyata bagi masa depan bangsa lewat penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penguatan akhlak mulia.
Ia meyakini momentum Hari Santri mampu memperkuat kebersamaan warga dalam melanjutkan perjuangan ulama, sekaligus membangun Kalteng yang makin maju dan sejahtera.
Editor: Frans Dodie*
