Ketua Umum KADIN Kalimantan Tengah Rahmat Nasution Hamka memberikan keterangan kepada awak media di sela Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII KADIN Kalimantan Tengah di Best Western Batang Garing, Palangka Raya, Jumat (10/7/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmat Nasution Hamka, menyatakan kesiapannya untuk kembali melanjutkan kepemimpinan organisasi setelah menjadi satu-satunya calon yang mendaftar pada Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII KADIN Kalimantan Tengah yang digelar di Best Western Batang Garing, Palangka Raya, Jumat (10/7/2026).
Di sela pelaksanaan Musprov, Rahmat mengatakan agenda tersebut merupakan mekanisme organisasi yang rutin dilaksanakan setiap lima tahun sebagai forum tertinggi untuk memilih kepengurusan baru.
“Ini merupakan mekanisme organisasi lima tahunan dan sekarang memasuki Musprov yang kedelapan. Saya kembali diminta oleh teman-teman untuk maju. Nanti semua diserahkan kepada forum musyawarah. Kalau kembali dipercaya, insyaallah malam ini akan dilaksanakan pelantikan,” ujarnya.
Rahmat mengungkapkan, hingga batas akhir pendaftaran hanya terdapat satu kandidat yang maju sebagai calon Ketua Umum KADIN Kalimantan Tengah, yakni dirinya sendiri.
“Calonnya tunggal, saya sendiri. Teman-teman kembali memberikan kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan,” katanya.
Ia menjelaskan, Musprov VIII diikuti seluruh perwakilan KADIN kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, baik yang telah memiliki kepengurusan definitif maupun yang masih berstatus caretaker. Setelah Musprov selesai, pembenahan kepengurusan di daerah akan menjadi salah satu agenda utama organisasi.
Rahmat juga menyebutkan, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KADIN Indonesia. Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie dijadwalkan hadir bersama sejumlah pengurus pusat, termasuk Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri James Riady.
Menurut Rahmat, KADIN akan terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
Salah satu fokus utama kepengurusan ke depan adalah mendukung visi Gubernur Kalimantan Tengah untuk mencetak 300 miliarder muda melalui penguatan kewirausahaan dan pemberdayaan sektor swasta.
“Kami ingin generasi muda Kalimantan Tengah tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai, tetapi juga menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja. Peran KADIN adalah mendorong sektor swasta agar memberi ruang lebih besar kepada pengusaha lokal menjadi mitra usaha mereka,” jelasnya.
Ia menilai perusahaan di sektor perkebunan, pertambangan, hingga industri lainnya perlu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pelaku usaha daerah agar mampu tumbuh bersama dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian Kalimantan Tengah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, KADIN berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah guna mendorong perusahaan-perusahaan besar membuka peluang kemitraan yang lebih luas bagi pengusaha lokal.
“Kalau pengusaha daerah berkembang, otomatis lapangan kerja juga akan bertambah. Ini menjadi salah satu upaya nyata menekan angka pengangguran di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Selain memperluas peluang usaha, KADIN juga terus menanamkan semangat kewirausahaan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan (SMK), serta program vokasi. Organisasi tersebut juga akan mendukung pengembangan industri pertanian terpadu yang sejalan dengan program pemerintah di sektor pertanian dan food estate.
Menanggapi kebijakan efisiensi yang tengah diterapkan pemerintah, Rahmat menilai langkah tersebut harus disikapi secara positif sebagai upaya membangun disiplin dalam pengelolaan usaha.
“Pengusaha sudah terbiasa melakukan efisiensi. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola kebutuhan secara bijak dan tetap menjaga produktivitas usaha,” katanya.
Rahmat juga menegaskan Kalimantan Tengah membutuhkan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, realisasi kawasan industri memerlukan dukungan dan komitmen pemerintah pusat agar dapat segera diwujudkan.
“Kawasan industri bukan lagi sekadar wacana, tetapi harus menjadi kenyataan. Kami berharap ada dukungan penuh dari pemerintah pusat sehingga kawasan industri di Kalimantan Tengah benar-benar terbangun dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri