Wakil Bupati Kotim, Irawati
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kotim mewaspadai dampak penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Sebab, anjloknya harga salah satu komoditas unggulan tersebut berpotensi memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengatakan, sektor sawit memiliki peran besar dalam menopang perekonomian daerah. Sehingga fluktuasi harga sangat berdampak terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, penurunan harga sawit saat ini tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi menghambat perputaran ekonomi di berbagai sektor.
“Kalau harga sawit turun, daya beli masyarakat pasti ikut tertekan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Ia mengungkapkan, adanya disparitas antara harga acuan pemerintah dengan harga yang diterima petani di lapangan yang saat ini jauh lebih rendah. Selain itu, petani juga menghadapi tekanan biaya produksi yang tinggi, terutama harga pupuk yang terus meningkat dan keterbatasan pupuk subsidi.
Pemkab Kotim berencana menelusuri penyebab perbedaan harga tersebut serta mendorong langkah stabilisasi agar ekonomi masyarakat tetap terjaga.
Editor: Frans Dodie*