Polisi mengevakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di parit Jalan Pendahara Lama, Kasongan, Kabupaten Katingan, untuk penyelidikan lebih lanjut.
KASONGAN, TOVMEDIA.CO.ID – Penemuan jenazah seorang pemuda berinisial AP (20) di parit tepi Jalan Pendahara Lama atau Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, masih menyisakan tanda tanya. Polisi kini mendalami kronologi kejadian dan penyebab kematian korban.
Jenazah warga Desa Talian Kereng tersebut ditemukan pada Jumat (23/10/2026), setelah korban dikabarkan sekitar empat hari tidak pulang dan tidak diketahui keberadaannya. Informasi mengenai hilangnya korban sebelumnya juga beredar di media sosial.
Penemuan bermula ketika seorang anak melihat tubuh manusia di antara semak-semak di sekitar parit. Lokasi jenazah berada tidak jauh dari sebuah sepeda motor. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga hingga diteruskan ke pihak kepolisian.
Kapolsek Katingan Hilir, Ipda Muklisin, bersama anggota segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Tim Identifikasi (INAFIS) Polres Katingan turut melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), dokumentasi, serta pengumpulan barang bukti.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang, termasuk sebilah senjata tajam jenis badik, satu unit telepon genggam, dan sepeda motor Honda CRF yang berada sekitar lima meter dari posisi jenazah.
“Di sekitar lokasi, kami menemukan sebilah senjata tajam jenis badik, satu unit telepon genggam, serta sepeda motor Honda CRF yang berada sekitar lima meter dari posisi jenazah,” terang Ipda Muklisin, Sabtu (24/10/2026).
Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RSUD Mas Amsyar Kasongan untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga akan meminta keterangan dari keluarga dan saksi guna menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab kematian AP belum dapat dipastikan. Keberadaan badik dan barang-barang lain di sekitar lokasi masih menjadi bagian dari materi penyelidikan dan belum cukup untuk menyimpulkan bagaimana korban meninggal dunia.
Polisi menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. Masyarakat pun diminta tidak membuat spekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Keterangan dari orang-orang yang terakhir berkomunikasi dengan korban, pemeriksaan medis, serta analisis barang bukti diharapkan dapat membantu penyidik menyusun kronologi secara utuh.
Kasus ini masih menunggu hasil pendalaman kepolisian. Belum ada kesimpulan resmi yang memastikan apakah kematian korban berkaitan dengan tindak pidana, kecelakaan, atau faktor lainnya.
Penulis : Eka/list
Editor Frans Dodie
