Bupati Gunung Mas Jaya S Monong meninjau pelayanan dan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Gunung Mas, Selasa (8/9/2026). Foto: MMC GUMAS
GUNUNG MAS – TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas terus mengejar pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang merata dan berkualitas.
Bupati Gunung Mas Jaya S Monong mengatakan pemenuhan SPM menjadi salah satu komitmen pemerintah daerah, mulai dari layanan pendidikan jenjang PAUD/TK hingga SD dan SMP, serta pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami terus berkomitmen memenuhi SPM baik bidang pendidikan maupun kesehatan. Untuk bidang pendidikan, mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SD dan SMP,” kata Jaya, Selasa (8/9/2026).
Pada sektor pendidikan, pemenuhan SPM diarahkan pada pemerataan akses, peningkatan kualitas hasil belajar melalui penguatan literasi dan numerasi, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Pemkab Gunung Mas juga menaruh perhatian pada pencegahan perundungan, kekerasan, dan intoleransi di lingkungan satuan pendidikan.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah daerah melakukan pendataan kebutuhan layanan, menghitung kesenjangan, kemudian menyusun perencanaan dan penganggaran berdasarkan skala prioritas.
Perbaikan mutu pendidikan juga dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan data profil pendidikan dan rapor pendidikan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan serta memperbaiki kualitas layanan.
“Dengan langkah tersebut, diharapkan seluruh anak di Kabupaten Gunung Mas memperoleh akses pendidikan yang layak, berkualitas, merata, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Jaya.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, capaian SPM hingga Juli 2026 tercatat 62,87 persen. Dinas Kesehatan menargetkan seluruh indikator SPM dapat mencapai 100 persen pada Desember 2026.
Dari sisi sumber daya manusia, ketersediaan tenaga medis pada Dinas Kesehatan dan jejaring pelayanan secara umum dinilai telah terpenuhi. Namun, masih terdapat kebutuhan terhadap dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi.
Pemkab Gunung Mas menempuh sejumlah langkah untuk menutup kekurangan tersebut, di antaranya melalui rekrutmen dokter spesialis, kerja sama dengan RSUD Doris Sylvanus untuk pelayanan spesialistik, serta pemanfaatan program Nusantara Sehat dan wahana internship bagi pemenuhan dokter umum dan dokter gigi.
Selain tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) juga menjadi perhatian. Kebutuhan untuk pelayanan SPM maupun program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dipastikan menjadi prioritas hingga awal 2027.
“Selain itu, ketersediaan obat-obatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), termasuk untuk pelayanan SPM dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), menjadi prioritas dan dipastikan mencukupi hingga awal Tahun 2027,” tegasnya.
Pemkab Gunung Mas berharap penguatan SPM di dua sektor dasar tersebut dapat berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara lebih merata.
Penulis : Wiyandri
Editor : Ardi