Mahasiswa UPR mengembangkan kosmetik berbasis arang aktif kayu tumih dan ekstrak daun putat. (12/9/2026)
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Empat mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengembangkan inovasi kosmetik berbasis bahan alam khas Kalimantan Tengah. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai Kemendikbudristek, mereka merancang bedak dingin generasi baru dengan memadukan arang aktif kayu tumih dan ekstrak daun putat untuk membantu mengatasi masalah kulit berminyak.

Inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat di daerah beriklim tropis. Kondisi cuaca panas dan lembap dapat mendorong produksi sebum atau minyak pada kulit wajah, terutama pada remaja dan dewasa muda.

Tim kemudian mengembangkan kembali konsep bedak dingin yang dikenal sebagai salah satu kosmetik tradisional Indonesia berbahan dasar beras. Namun, inovasi tersebut tidak hanya mempertahankan aspek tradisional, melainkan dipadukan dengan pendekatan ilmiah melalui pemanfaatan bahan alam lokal.
Menggabungkan Dua Bahan Lokal
Keunikan penelitian ini terletak pada konsep hybrid yang menggabungkan dua bahan aktif dengan mekanisme kerja berbeda.
Arang aktif kayu tumih (Combretocarpus rotundatus), tumbuhan yang banyak ditemukan di ekosistem lahan gambut Kalimantan Tengah, dimanfaatkan sebagai adsorben. Struktur mikropori dan luas permukaannya memungkinkan arang aktif membantu menyerap minyak serta kotoran pada permukaan kulit.
Sementara itu, ekstrak daun putat (Planchonia valida) dimanfaatkan karena mengandung senyawa bioaktif, di antaranya flavonoid, tanin, dan senyawa antioksidan lainnya. Kandungan tersebut menjadi dasar pemanfaatannya dalam penelitian untuk mendukung aktivitas antibakteri dan membantu menjaga kondisi kulit.
Kombinasi kedua bahan tersebut menjadi salah satu fokus utama penelitian. Tim juga menggunakan pendekatan kuantitatif dengan skin analyzer untuk mengukur perubahan kadar sebum pada kulit secara lebih objektif.
Libatkan Empat Mahasiswa Lintas Disiplin

Riset ini digagas Anisa Nugraha Heni dari Program Studi Fisika sebagai ketua tim, bersama Ade Theresia Hutauruk dari Fisika, Muhammad Ramadhani dari Farmasi, dan Rumita dari Kimia.
Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan dosen pendamping Made Dirgantara, S.Si., M.Si.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut mempertemukan bidang fisika, farmasi, dan kimia dalam pengembangan produk berbasis bahan alam. Pendekatan itu sekaligus menunjukkan upaya mahasiswa UPR menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat.
Selain menjalankan penelitian, tim juga aktif mendiseminasikan hasil riset melalui sejumlah forum ilmiah, di antaranya SEMIRATA, Seminar Mahasiswa, dan BASISTORA.
Keikutsertaan dalam berbagai forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan potensi bahan alam Kalimantan Tengah dalam pengembangan inovasi kosmetik berbasis riset.
Penulis : Wiyandri/list
Editor : Frans Dodie