Ketua Komisi IV DPRD Kalteng Lohing Simon.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, meminta pemerintah pusat turun tangan mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui dukungan anggaran APBN.
Lohing menilai keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu kendala utama dalam mempercepat peningkatan kualitas jalan di Kalteng.
Menurutnya, kebutuhan biaya pembangunan jalan saat ini sangat besar. Untuk membangun satu kilometer jalan, anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Biaya tersebut dapat meningkat apabila pembangunan dilakukan di wilayah dengan kondisi geografis dan medan yang sulit.
“Memang tidak mudah kalau hanya mengandalkan anggaran yang terbatas. Karena itu kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih melalui APBN agar pembangunan jalan di Kalteng bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Lohing, Kamis (9/7/2026).
Lohing mengatakan besarnya kebutuhan anggaran membuat pemerintah daerah lebih banyak mengalokasikan dana untuk pemeliharaan jalan.
Penanganan yang dilakukan umumnya berupa penutupan lubang dan perbaikan kerusakan ringan agar akses masyarakat tetap dapat digunakan.
Namun, menurutnya, pemeliharaan tersebut belum cukup untuk menyelesaikan persoalan jalan secara permanen.
“Kalau anggarannya hanya cukup untuk tambal sulam, hasilnya juga hanya bertahan sementara. Jalan memang bisa dilewati, tetapi kerusakan akan kembali muncul apabila tidak dilakukan peningkatan konstruksi secara permanen,” tegasnya.
Lohing menambahkan, luas wilayah Kalteng menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur. Jaringan jalan harus menghubungkan banyak wilayah dengan karakteristik geografis yang berbeda.
Karena itu, pembangunan jalan membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar dan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kalteng melalui alokasi APBN.
Dukungan tersebut dinilai penting agar pembangunan jalan tidak hanya berhenti pada perbaikan sementara, tetapi dapat dilakukan secara permanen dan berkelanjutan.
Editor : Frans Dodie