Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, berdialog dengan warga Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, Jumat (2/10/2026) malam. Wiyatno meninjau kondisi wilayah dan menyampaikan rencana peningkatan anggaran desa pada 2027. Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kapuas menyiapkan anggaran desa hingga Rp350 miliar pada 2027. Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, mengatakan, kenaikan anggaran itu akan memperluas dukungan pembangunan bagi desa yang belum memperoleh dukungan optimal dari APBD.
Pada 2026, Pemkab Kapuas mengalokasikan sekitar Rp245 miliar untuk 231 desa dan 17 kelurahan. Wiyatno mengatakan, pemerintah ingin menaikkan alokasi anggaran menjadi sedikitnya Rp1 miliar untuk setiap desa. Ia juga membuka peluang penambahan anggaran bagi desa yang membutuhkan perhatian lebih besar.
“Kami berharap dukungan anggaran ke depan bisa lebih dari Rp1 miliar untuk satu desa. Desa-desa yang membutuhkan perhatian lebih, silakan kepala desa berkomunikasi dengan OPD dan DPRD,” kata Wiyatno, Minggu (4/10/2026).
Wiyatno menyampaikan rencana itu setelah mengunjungi Desa Katunjung, Kecamatan Mantangai, Jumat (2/10) malam. Ia mengunjungi desa tersebut bersama Ketua I DPRD Kapuas Yohanes, Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, para asisten sekretariat daerah, dan sejumlah kepala OPD.
Pemkab Kapuas akan mengalokasikan sekitar Rp1 miliar untuk setiap desa. Pemerintah juga dapat menambah anggaran bagi desa yang membutuhkan penanganan lebih besar.
Wiyatno mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan desa di kawasan pesisir, pantai, dan pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Kami berharap tidak ada yang tertinggal pada 2027,” ujarnya.
Wiyatno mencontohkan Kelurahan Palangkau Lama dan Palangkau Baru di Kecamatan Kapuas Murung yang berbatasan dengan Kabupaten Barito Kuala. Ia mengatakan, kedua wilayah itu masih membutuhkan peningkatan konektivitas jalan.
“Tempat-tempat seperti itulah yang nanti program Rp1 miliar satu desanya akan kita lebihkan. Bisa jadi Palangkau Lama Rp3 miliar dan Palangkau Baru Rp3 miliar, sehingga kedua wilayah tersebut bisa terhubung dan transportasi darat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Peningkatan Jalan
Selain membangun desa, Pemkab Kapuas akan meningkatkan jalan antarkecamatan dan memperkuat konektivitas menuju wilayah lain di Kabupaten Kapuas. Wiyatno mengatakan, ia bersama rombongan akan meninjau kondisi jalan dari Mantangai menuju Kecamatan Timpah setelah mengunjungi Katunjung.
“Dari Katunjung kita nanti langsung naik sepeda motor sampai ke Timpah. Ada sekitar 140 kilometer antara Mantangai dengan Kecamatan Timpah. Mudah-mudahan tahun 2027 dan 2028 mobil sudah bisa lewat sana,” ujarnya.
Menurut Wiyatno, peningkatan akses jalan akan mempersingkat perjalanan masyarakat Pasak Telawang, Pujon, dan Timpah menuju Kuala Kapuas. Masyarakat dapat menggunakan jalur tersebut tanpa memutar melalui Palangka Raya dan Pulang Pisau.
Wiyatno juga mengatakan Kabupaten Kapuas memperoleh dukungan anggaran sekitar Rp25 miliar dari Balai Jalan Nasional pada 2026. Pemerintah akan menggunakan sebagian dukungan tersebut untuk menangani dan meningkatkan ruas jalan Mantangai-Timpah.
Ia menjelaskan, kondisi tanah yang rendah dan bergambut membuat sejumlah titik ruas jalan itu membutuhkan penanganan khusus. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran saat musim kemarau dan menimbulkan genangan saat musim hujan.
“Makanya kita bersama rombongan menginap di Katunjung, pagi kita naik motor langsung ke Timpah. Kita ingin melihat langsung kondisi yang ada di sana sehingga penanganan seperti apa yang akan kita laksanakan, kita bisa melihat secara langsung,” kata Wiyatno.
Wiyatno memanfaatkan kunjungan ke Katunjung untuk berdialog dengan masyarakat dan melihat kondisi wilayah. Pemkab Kapuas akan menggunakan aspirasi masyarakat dan hasil peninjauan sebagai bahan penyusunan langkah pembangunan berikutnya.
Editor: Frans Dodie*