Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, bersama jajaran dan Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, meninjau Pusdalops-PB BPB-PK Kalteng untuk memastikan kesiapan sistem pemantauan karhutla berbasis teknologi digital. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng memperkuat pengawasan karhutla. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital dan mempererat koordinasi lintas sektor. Pemerintah mengoptimalkan sistem tersebut untuk mendeteksi titik api lebih cepat dan mempercepat penanganan di lapangan.
Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, mengunjungi Pusat Pusdalops-PB BPB-PK Provinsi Kalteng di Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). Kunjungan itu untuk memastikan kesiapan sistem informasi, personel, dan koordinasi dalam menghadapi ancaman karhutla.
Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib menyambut langsung kunjungan Pangdam bersama jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Zainul Arifin memantau sistem pemantauan digital yang menggabungkan data sebaran titik panas (hotspot) dan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Zainul menilai, kecepatan informasi menjadi faktor penting dalam mengendalikan karhutla. Ia meminta seluruh unsur terkait memperkuat kerja sama agar petugas dapat segera menangani setiap potensi kebakaran sebelum api meluas.
“Penanganan karhutla di Kalteng tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi yang solid antara TNI, BPB-PK Kalteng, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui pemantauan CCTV dan data terintegrasi di Pusdalops ini, kita bisa mendeteksi titik api lebih cepat dan langsung menerjunkan tim gabungan ke lokasi,” ujarnya.
Selanjutnya, Pangdam menginstruksikan jajaran Babinsa meningkatkan patroli terpadu bersama Satgas Karhutla dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Langkah tersebut bertujuan memperkuat pencegahan serta mempercepat respons ketika petugas menemukan titik api.
Sementara itu, Ahmad Toyib mengapresiasi dukungan TNI dalam memperkuat sistem penanganan karhutla di Kalteng. Ia mengatakan, BPB-PK terus menggabungkan teknologi pemantauan digital dengan kesiapan personel lapangan untuk meningkatkan efektivitas penanganan.
“Dukungan dan arahan dari Bapak Pangdam menjadi penguat bagi kami di BPB-PK Kalteng. Sinergi antara sistem pemantauan digital yang kami kelola dengan kesiapan personel TNI di lapangan merupakan salah satu kunci utama agar respons terhadap ancaman karhutla berjalan efektif, cepat, dan terukur,” kata Toyib.
Jaga Lingkungan
Toyib mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik panas atau tanda-tanda kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan lebih awal.
BPB-PK Kalteng mengoperasikan Pusdalops-PB selama 24 jam untuk menyediakan informasi terbaru bagi seluruh Satgas Karhutla di kabupaten dan kota. Pemerintah berharap penguatan teknologi dan koordinasi lintas sektor mampu menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Editor: Frans Dodie