Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Palangka Raya, Selasa malam (14/7/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikannya usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Murjani Bawah, Gang Sari 45, Kota Palangka Raya, pada Selasa (14/7/2026) pagi.
Ditemui awak media usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa malam (14/7/2026), Junaidi mengatakan dirinya bersama Sekretaris DPRD Provinsi Kalimantan Tengah turun langsung ke lokasi kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan hasil peninjauan, kebakaran yang terjadi pada 11 Juli 2026 tersebut berdampak pada tiga rukun tetangga (RT).
Menurut Junaidi, peristiwa itu menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama di tengah musim kemarau yang menurutnya diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan, lahan, dan pekarangan agar tidak memicu terjadinya kebakaran.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Saya mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau, menjaga lingkungan, serta memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk memeriksa instalasi listrik dan memastikan peralatan elektronik maupun kompor telah dimatikan saat meninggalkan rumah. Menurutnya, penggunaan peralatan listrik secara bersamaan pada siang hingga sore hari berpotensi meningkatkan beban instalasi listrik, sehingga perlu diantisipasi apabila kondisi jaringan di rumah sudah tidak layak.
Junaidi turut meminta para lurah, ketua RT, dan RW aktif mengingatkan warga di lingkungannya agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, baik yang dipicu oleh faktor kelistrikan maupun aktivitas lain selama cuaca panas.
Selain melakukan peninjauan, Junaidi menyerahkan bantuan pribadi yang bersumber dari Biaya Operasional Pimpinan (BOP). Ia mengatakan bantuan sebesar Rp5 juta disalurkan kepada posko atau panitia penanganan korban kebakaran, sementara Rp1 juta diberikan kepada warga yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Ia menambahkan, kebakaran tersebut juga berdampak terhadap lingkungan sekitar, termasuk fasilitas pendidikan. Meski demikian, Junaidi menegaskan DPRD memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, sehingga tidak berperan sebagai pelaksana program. Karena itu, ia berharap penanganan korban dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat.
“Yang terpenting adalah semua pihak dapat bergotong royong membantu warga terdampak agar proses pemulihan berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri