Forum PRICE 2026 di Palangka Raya menjadi ajang penguatan kolaborasi antara Pemprov Kalteng dan perguruan tinggi untuk penanganan karhutla serta pelayanan publik, Rabu (14/10/2026). Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengajak perguruan tinggi aktif menyelesaikan persoalan daerah. Kampus harus mengambil peran dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembenahan pelayanan publik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan ajakan tersebut saat membuka The 2nd Palangka Raya International Conference on Education (PRICE) 2026 di Swiss-Belhotel Palangka Raya, Rabu (14/10/2026).
Agustiar mengingatkan bahaya karhutla yang selalu mengintai Kalteng, terutama saat musim kemarau dan fenomena El Nino. Masyarakat dan akademisi harus menyatukan langkah untuk mencegah bencana lingkungan ini.
Perguruan tinggi memiliki riset, teknologi, dan akademisi yang mumpuni. Kampus bisa menyumbang solusi konkret melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Selain masalah karhutla, Pemprov Kalteng juga terus membuka diri terhadap kritik dan saran masyarakat. Salah satunya melalui saluran aduan “Lapor Pak Gubernur”.
Layanan ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan masukan terkait kinerja pemerintah dan pelayanan publik.
“Hal ini adalah cerminan bahwa walaupun dalam kondisi sulit sekalipun, selama kita sadar bahwa kita adalah pelayan masyarakat, kepentingan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas,” kata Agustiar.
Forum internasional PRICE 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Pemprov Kalteng berharap kolaborasi dengan dunia kampus melahirkan aksi nyata bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga.
Editor: Frans Dodie*
