Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menyampaikan pemandangan umum Fraksi Gerindra dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Senin (5/10/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Palangka Raya menyoroti sejumlah poin penting dalam Nota Keuangan Rancangan APBD Kota Palangka Raya Tahun Anggaran 2027, khususnya terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belanja modal serta rencana penyertaan modal daerah.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra, Jati Asmoro, dalam pemandangan umum fraksi pada Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 DPRD Kota Palangka Raya, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya, Senin (5/10/2026).
Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Gerindra mencermati pendapatan daerah dalam RAPBD 2027 yang direncanakan mencapai Rp1,4 triliun lebih, meningkat 17,29 persen dibandingkan APBD murni Tahun Anggaran 2026.
Sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,4 triliun lebih atau meningkat 15,88 persen.
Perhatian Fraksi Gerindra juga tertuju pada target PAD yang mengalami peningkatan cukup signifikan, yakni 41,73 persen menjadi Rp509,4 miliar lebih.
Di sisi lain, belanja modal direncanakan meningkat sebesar 68,75 persen menjadi Rp331,4 miliar lebih.
Fraksi Gerindra mengingatkan peningkatan target pendapatan dan alokasi belanja tersebut harus diikuti dengan kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan program secara efektif.
Pasalnya, berdasarkan realisasi APBD Tahun Anggaran 2026 hingga 31 Agustus 2026, realisasi belanja baru mencapai 46,46 persen.
Bahkan, sejumlah jenis belanja modal masih menunjukkan realisasi rendah, seperti belanja peralatan dan mesin sebesar 20,08 persen, belanja gedung dan bangunan 33,02 persen, serta belanja jalan, jaringan dan irigasi sebesar 37,35 persen.
Atas kondisi tersebut, Fraksi Gerindra mempertanyakan evaluasi Pemerintah Kota terhadap rendahnya realisasi belanja, khususnya belanja modal, serta strategi yang disiapkan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada Tahun Anggaran 2027.
Fraksi juga mempertanyakan bagaimana Pemerintah Kota memastikan peningkatan anggaran benar-benar menghasilkan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Terkait target PAD, Fraksi Gerindra menilai peningkatan pendapatan daerah penting untuk memperkuat kemandirian fiskal. Namun, target tersebut harus didukung sumber penerimaan yang realistis, optimalisasi potensi daerah serta perbaikan tata kelola pemungutan pajak dan retribusi.
Fraksi mendorong peningkatan PAD ditempuh melalui optimalisasi potensi dan perluasan basis penerimaan, bukan semata-mata melalui peningkatan beban kepada masyarakat.
“Dari mana saja sumber utama peningkatan target PAD sebesar 41,73 persen tersebut, dan potensi penerimaan apa yang akan menjadi andalan Pemerintah Kota pada Tahun Anggaran 2027?” demikian salah satu pertanyaan Fraksi Gerindra.
Selain itu, Fraksi mempertanyakan strategi pemerintah agar peningkatan PAD tidak memberikan beban yang tidak proporsional kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Fraksi Gerindra juga menyoroti penerapan prinsip money follows program, khususnya dalam peningkatan belanja modal.
Menurut Fraksi Gerindra, setiap peningkatan anggaran harus memiliki hubungan yang jelas dengan target pembangunan, indikator kinerja serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Pemerintah Kota juga diminta menjelaskan indikator yang digunakan untuk memastikan belanja modal benar-benar mengikuti prioritas program dan menghasilkan outcome yang terukur.
Tidak kalah penting, Fraksi Gerindra menyoroti rencana penyertaan modal daerah Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp17,9 miliar lebih, yang meningkat 210,89 persen dibandingkan Tahun Anggaran 2026.
Fraksi mempertanyakan BUMD mana yang akan menerima penyertaan modal tersebut, dasar penetapan besaran anggaran, serta target kinerja dan manfaat konkret yang diharapkan, termasuk kontribusinya terhadap peningkatan pelayanan publik dan PAD Kota Palangka Raya.
Fraksi Gerindra menegaskan RAPBD 2027 harus menjadi instrumen yang mampu menerjemahkan arah pembangunan daerah ke dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Eka
Editor : Frans Dodie
