Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalteng, Purdiono.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – DPRD Kalimantan Tengah meminta pemerintah daerah meningkatkan kemandirian fiskal agar pembangunan tidak terlalu bergantung pada anggaran dari pemerintah pusat.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono, mengatakan kemampuan keuangan daerah saat ini masih terbatas. Kondisi tersebut membuat sejumlah program pembangunan harus disesuaikan dan sebagian direncanakan kembali dalam penganggaran tahun 2027.
“Kita menghadapi keterbatasan dana, sehingga sangat berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” tegasnya.
Menurut Purdiono, tingginya ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diatasi. Ketika alokasi dana dari pusat menurun, ruang fiskal daerah ikut menyempit.
Padahal, Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah karena sebagian besar pengelolaannya masih berada dalam kewenangan pemerintah pusat.
Karena itu, Purdiono mendorong pemerintah daerah lebih aktif menggali sumber-sumber pendapatan baru yang sah dan berkelanjutan. Pemerintah juga perlu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Inovasi fiskal menjadi kunci agar kita bisa menutup kekurangan pendapatan daerah,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Ia juga menyoroti penurunan anggaran daerah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena berdampak terhadap kemampuan pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan.
Penurunan anggaran tidak hanya dirasakan Pemerintah Provinsi Kalteng, tetapi juga pemerintah kabupaten. Bahkan, sejumlah daerah mengalami penurunan anggaran yang cukup signifikan.
Purdiono menilai pemerintah perlu menyusun langkah strategis untuk memperkuat pendapatan asli daerah. Optimalisasi potensi daerah harus dilakukan agar kemampuan keuangan daerah semakin kuat.
Dengan meningkatnya kemandirian fiskal, ia berharap pemerintah memiliki ruang anggaran yang lebih luas untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, penguatan fiskal daerah juga penting agar pembangunan di Kalteng tetap berjalan meski terjadi perubahan atau penurunan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
Editor : Frans Dodie