Jembatan Patah, Jalan Kapten Mulyono Sampit. Foto Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengkaji usulan pemasangan palang pembatas di Jembatan Patah, Jalan Kapten Mulyono, Sampit. Hal itu untuk menekan kendaraan angkutan berat yang masih melintas di jalur tersebut.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, menyatakan, pihaknya bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) mulai melakukan kajian atas instruksi bupati.
“Kami telah diinstruksikan untuk melakukan kajian terkait penanganan Jembatan Patah,” ujarnya, Jumat (1/5).
Pemkab Kotim merespons dorongan legislatif yang meminta langkah konkret menyusul kerusakan Jembatan Sei Mentawa 1 atau Jembatan Patah. Desakan itu menguat setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa, yang diduga berkaitan dengan kondisi jembatan yang berlubang.
Legislator mengusulkan pemasangan palang pembatas agar kendaraan bermuatan berlebih tidak melintas, sembari menunggu kesiapan anggaran perbaikan total. Kendaraan berat dinilai menjadi penyebab utama kerusakan jembatan.
Raihansyah menjelaskan, pengawasan lalu lintas selama ini menunjukkan kendaraan angkutan berat cenderung patuh menggunakan jalur lingkar utara dan selatan saat petugas melakukan patroli. Namun, pelanggaran masih terjadi, terutama pada malam hingga dini hari.
“Keterbatasan personel membuat kami belum bisa melakukan pengawasan selama 24 jam penuh,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mencari solusi efektif untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satu opsi yang dikaji yakni pemasangan palang pembatas atau pengaturan akses guna membatasi kendaraan berat demi keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, pembatasan tersebut memungkinkan diterapkan mengingat kondisi jembatan yang rentan terhadap beban berlebih dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Di sisi lain, Dishub juga mempertimbangkan faktor distribusi barang. Raihansyah menyebut, keberadaan sejumlah gudang material di kawasan Jalan Kapten Mulyono masih mendorong truk masuk ke dalam kota.
“Ini perlu kami koordinasikan bersama pihak terkait agar solusi yang diambil tidak mengganggu distribusi barang,” ujarnya.
Editor: Frans Dodie*