Menteri P2MI, Mukhtarudin, bersama dengan Rektor UPR, Salampak, saat menuju lokasi kuliah umum di Aula Rahan UPR, Jumat (28/11/2025). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Menteri P2MI, Mukhtarudin, memaparkan peluang besar Indonesia memasuki pasar tenaga kerja global akibat bonus demografi yang terus meningkat. Ia menyoroti perubahan struktur penduduk sebagai momentum nasional.
Mukhtarudin menjelaskan, usia produktif Indonesia terus bertambah secara signifikan. Selain itu, ia menilai banyak negara lain menghadapi penuaan penduduk. Kondisi ini membuka ruang bagi Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja dunia.
“Bonus demografi memberi Indonesia peluang emas untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjawab kebutuhan global,” kata Mukhtarudin, saat kuliah umum di Aula Rahan UPR, Jumat (28/11/2025).
Ia menyampaikan, usia produktif mencapai 183 juta jiwa pada 2025. Angka tersebut, tambahnya, dapat meningkat hingga 207 juta jiwa pada 2045. Pertumbuhan ini mendorong Indonesia untuk memanfaatkan kesempatan secara optimal.
Mukhtarudin meminta perguruan tinggi menyiapkan mahasiswa agar mampu bersaing secara internasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi menjadi faktor utama keberhasilan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja.
Ia juga menilai bahwa sinergi pemerintah dan kampus sangat penting dalam menghadapi tantangan global. KP2MI terus membuka peluang kolaborasi untuk menyiapkan SDM unggul. Selain itu, ia menegaskan bahwa program pelatihan harus menjawab kebutuhan pasar kerja dunia.
Indonesia berpeluang memperkuat posisi dalam rantai tenaga kerja internasional bila mampu mempersiapkan SDM secara maksimal. Pemerintah berharap mahasiswa melihat bonus demografi sebagai peluang strategis. Langkah itu menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Editor: Frans Dodie