Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Kalteng, dr. Nadia Normalia Muliansyah, memberikan sambutan pada pelepasan lima residen rehabilitasi rawat inap di Gedung Rehabilitasi Wira Satya BNNP Kalteng, Rabu (15/7/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah melepas lima residen rehabilitasi rawat inap yang telah menyelesaikan program rehabilitasi intensif selama tiga bulan. Pelepasan digelar di Gedung Rehabilitasi Wira Satya BNNP Kalimantan Tengah, Rabu (15/7/2026), sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para residen menjalani proses pemulihan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) BNNP Kalimantan Tengah, perwakilan BNN Kota Palangka Raya, Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Kalimantan Tengah dr. Nadia Normalia Muliansyah beserta jajaran rehabilitasi, Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Sadagori Henoch Binti (Ririn Binti), tokoh agama Ustaz Juni Darmawansyah, serta keluarga para residen.
Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNNP Kalimantan Tengah, dr. Nadia Normalia Muliansyah, mengatakan kelima residen dinyatakan menyelesaikan program rehabilitasi setelah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan, di antaranya adanya peningkatan kualitas hidup selama mengikuti rehabilitasi.

“Pelepasan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para residen yang telah mengikuti program rehabilitasi dengan baik selama tiga bulan. Mereka dinilai telah menyelesaikan program intensif berdasarkan hasil asesmen yang menunjukkan peningkatan kualitas hidup,” ujarnya.
Menurut Nadia, seremoni pelepasan bukan menjadi akhir dari proses pemulihan, melainkan momentum untuk mengingatkan para residen bahwa tantangan sesungguhnya dimulai ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Kami berharap pelepasan ini menjadi penyemangat bagi para residen untuk terus kuat, terus berjuang, dan mempertahankan kehidupan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Perjuangan mereka bukan berakhir di sini, tetapi dimulai saat kembali ke masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan masih banyak masyarakat yang enggan menjalani rehabilitasi karena adanya stigma negatif terhadap layanan rehabilitasi. Padahal, BNNP Kalimantan Tengah menerapkan pendekatan yang humanis tanpa kekerasan dengan mengedepankan pembinaan psikologis, sosial, spiritual, serta pendekatan kasih sayang selama proses pemulihan.
“Kami berharap para residen yang telah menyelesaikan program rehabilitasi dapat menjadi penyampai informasi kepada masyarakat bahwa rehabilitasi bukan tempat yang menakutkan. Di sini tidak ada kekerasan, tetapi proses pemulihan dilakukan secara humanis agar mereka mampu kembali menjalani kehidupan yang produktif,“ jelasnya.
Lebih lanjut, Nadia berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana maupun dukungan anggaran. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga swasta, hingga komunitas peduli narkoba.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar layanan rehabilitasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan membantu mereka pulih dari penyalahgunaan narkotika,” tutup Nadia.
Penulis : Wiyandri