Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, meminta dinas terkait segera mengantisipasi kenaikan harga ikan nila dan patin guna menjaga stabilitas harga pangan.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kenaikan harga ikan nila dan patin di Pasar Besar Kota Palangka Raya menjadi perhatian Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. Ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan kenaikan harga.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, harga ikan nila mengalami kenaikan dari Rp65.000 menjadi Rp68.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan patin naik dari Rp36.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Khemal mengatakan, perubahan harga komoditas pangan tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat, terutama rumah tangga yang mengandalkan ikan sebagai salah satu sumber protein sehari-hari.
“Kami meminta instansi terkait segera mengevaluasi penyebab kenaikan harga tersebut, termasuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi ikan di pasar tradisional,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, Dinas Perdagangan perlu berkoordinasi dengan Dinas Perikanan untuk menelusuri faktor yang memengaruhi kenaikan harga. Evaluasi tersebut dapat mencakup ketersediaan stok, jalur distribusi, biaya transportasi, hingga biaya produksi di tingkat pembudidaya.
Ia menilai, pemantauan harga perlu disertai langkah nyata untuk memastikan pasokan ikan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat koordinasi dengan pembudidaya serta pedagang agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Di sisi lain, upaya menjaga stabilitas harga juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pelaku perikanan dan perdagangan. Dengan demikian, kepentingan konsumen untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau tetap dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pelaku usaha menjaga kegiatan ekonominya.
Khemal berharap perangkat daerah terkait segera memetakan persoalan di lapangan dan merumuskan langkah penanganan yang tepat. Menurutnya, respons yang cepat dan pengawasan secara berkala diperlukan agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
“Dengan langkah antisipatif dan pengawasan yang berkelanjutan, stabilitas harga pangan di Palangka Raya diharapkan dapat terjaga, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha perikanan dan perdagangan lokal,” pungkasnya.
Penulis : Eka
Editor : Frans Dodie
