Gubernur Kalimantan Tengah melalui Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Lisda Arriyana bersama jajaran pimpinan Universitas Palangka Raya saat pembukaan PKKMB UPR 2026, Senin (10/8/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID — Universitas Palangka Raya (UPR) resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (10/8/2026).
Sebanyak 3.542 mahasiswa baru mengikuti kegiatan pembukaan yang mengusung tema “Melangkah Bersama Membangun Mahasiswa UPR yang Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan Berlandaskan Semangat Isen Mulang dan Falsafah Huma Betang menuju Indonesia Emas 2045.”
Pembukaan diawali prosesi adat Kalimantan Tengah Lawang Sakepeng, dilanjutkan dengan penyematan atribut mahasiswa baru dari masing-masing fakultas. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia perguruan tinggi.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehidupan mahasiswa memiliki tuntutan yang berbeda dibandingkan ketika masih berada di bangku sekolah.
Menurutnya, mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam proses belajar, sekaligus mampu mengembangkan pola pikir, integritas, kepemimpinan, dan jati diri.
«“Di kampus kita belajar bagaimana cara berpikir, cara memandang suatu masalah, membangun integritas, melatih kepemimpinan, dan menemukan jati diri.”»
Ia juga mendorong mahasiswa baru untuk berani memiliki cita-cita besar. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Sementara itu, pesan Gubernur Kalimantan Tengah disampaikan oleh Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah, Lisda Arriyana, S.Sos.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar kebanggaan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab.
«“Menjadi mahasiswa UPR bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab. Mahasiswa adalah insan akademik yang dituntut lebih mandiri, kritis, disiplin, dan bertanggung jawab.”»
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, memperluas wawasan, membangun jejaring, mengasah kepemimpinan, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif dan beretika, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal, termasuk falsafah Belom Bahadat.
“Kami tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, dan tidak bisa makan. Kami berkomitmen mendukung pengembangan kualitas pendidikan,” tegasnya.
Kepada ribuan mahasiswa baru, Gubernur berpesan agar tidak takut bermimpi dan terus memiliki cita-cita tinggi. Kesuksesan, menurutnya, tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras, kesabaran, pengorbanan, dan doa.
Di sisi lain, mahasiswa juga diminta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, di antaranya pergaulan bebas, tindakan asusila, perjudian daring, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai perilaku negatif lainnya.
Gubernur mengajak mahasiswa UPR menjadikan falsafah Huma Betang sebagai pedoman dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat. Nilai tersebut mencerminkan semangat hidup bersama dalam keberagaman, saling menghormati dan bergotong royong.
Nilai Belom Bahadat juga ditekankan sebagai landasan moral dalam membangun kehidupan generasi muda yang menjunjung tinggi adab, etika, penghormatan terhadap sesama, adat, dan alam.
Menutup arahannya, Gubernur berpesan agar mahasiswa menjadikan perjalanan akademik di UPR bukan hanya untuk mengejar gelar, tetapi sebagai proses membangun karakter dan mempersiapkan diri untuk mengabdi.
“Jadikan kampus sebagai tempat menyalakan cita-cita, ilmu sebagai bekal perjalanan, dan pengabdian sebagai tujuan.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi 3.542 mahasiswa baru UPR bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar tentang seberapa tinggi ilmu yang diperoleh, tetapi juga tentang seberapa besar ilmu itu kelak memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.
Penulis : Wiyandri