Peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah selama Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menerapkan PJJ akibat kabut asap. Pemerintah mengevaluasi kebijakan tersebut berdasarkan kondisi udara. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Ruang kelas di Palangka Raya belum kembali ramai. Sejak awal September 2026, peserta didik PAUD, SD, dan SMP menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama delapan kali perpanjangan karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan belum mereda.
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya kembali memperpanjang PJJ hingga 7 Oktober 2026 setelah mempertimbangkan kualitas udara dan ketebalan kabut asap.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan pihaknya mengevaluasi kebijakan tersebut setiap tiga hari.
“Penetapan PJJ dilakukan setiap tiga hari dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan ketebalan kabut asap. Keputusan perpanjangan disampaikan sebelum masa PJJ sebelumnya berakhir,” kata Jayani, Senin (5/10/2026).
Pemerintah Kota Palangka Raya pertama kali menerapkan PJJ pada 7–9 September 2026. Pemerintah kemudian memperpanjang kebijakan itu pada 14–16 September, 17–19 September, 21–23 September, 24–26 September, 28–30 September, 1–3 Oktober, dan 5–7 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Pemerintah kota menempatkan kesehatan peserta didik sebagai pertimbangan utama selama kondisi udara belum aman untuk kegiatan belajar tatap muka.
Namun, perpanjangan PJJ juga menghadirkan tantangan bagi keluarga. Orang tua harus mengatur waktu untuk mendampingi anak belajar dari rumah. Sebagian siswa juga menghadapi kendala jaringan internet dan keterbatasan perangkat.
Dika, salah seorang orang tua siswa SD di Palangka Raya, mendukung kebijakan tersebut karena menilai paparan asap lebih mengkhawatirkan. Namun, ia mengakui pembelajaran dari rumah dalam waktu panjang mulai membuat anak jenuh.
Anak-anak juga kehilangan keleluasaan untuk bermain dan berinteraksi dengan teman seperti ketika mereka belajar di sekolah.
“Saya berharap karhutla dan kabut asap segera berakhir sehingga kegiatan belajar dapat kembali normal. Anak-anak pun diharapkan bisa kembali belajar di sekolah, bermain, dan berinteraksi dengan teman dalam kondisi yang aman dan nyaman,” kata Dika.
Dinas Pendidikan Palangka Raya meminta orang tua mendampingi anak selama PJJ. Orang tua juga perlu mengatur waktu belajar dan membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan makanan bergizi dan air minum yang cukup. Jika anak mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap, orang tua perlu segera membawanya ke fasilitas kesehatan.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan meminta sekolah memberikan tugas secara proporsional agar PJJ tidak menambah beban peserta didik. Guru dan orang tua juga perlu menjaga komunikasi selama pembelajaran berlangsung.
“Harapannya kondisi udara segera membaik, sehingga anak-anak dapat kembali mengikuti pembelajaran secara normal. Yang paling penting kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama,” kata Jayani.
Setelah hampir sebulan belajar dari rumah, siswa masih menunggu udara Palangka Raya kembali aman agar mereka dapat kembali ke ruang kelas.
Editor: Frans Dodie*
