Mahasiswa peserta KKN Internasional III BKS-PTN Barat Tahun 2026 mengikuti pelepasan sebelum diterjunkan ke Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran untuk menjalankan program pengabdian masyarakat. Foto Ist
TASIKMALAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Barat, Prof Dr Ir Salampak MS, IPU, ASEAN Eng, mengajak mahasiswa peserta KKN Internasional III Tahun 2026 mengedepankan empati saat menjalankan program pengabdian masyarakat.
Salampak meminta mahasiswa terlebih dahulu mendengarkan kebutuhan masyarakat. Baru kemudian menyusun atau menawarkan solusi. Pendekatan tersebut akan membuat program kerja lebih tepat sasaran dan memberi manfaat yang berkelanjutan.
Ia menilai, KKN Internasional merupakan investasi strategis untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. Program tersebut juga mendukung penguatan riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, Salampak mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan KKN sebagai ruang belajar lintas budaya. Ia menilai, mahasiswa dan dosen yang mengikuti kegiatan tersebut, sekaligus membawa misi diplomasi akademik Indonesia melalui nilai integritas, profesionalisme, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong.
Peserta KKN Internasional III akan ditempatkan di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran yang memiliki potensi di bidang budaya, pendidikan, pertanian, kelautan, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Kawasan tersebut menjadi laboratorium pembelajaran, sekaligus ruang lahirnya inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui program tersebut, BKS-PTN Barat berharap, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional terus berkembang sehingga mampu memperkuat diplomasi akademik Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah.
Editor: Frans Dodie*