MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Rosi Wahyuni, berkomitmen mengawal berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Aula Kecamatan Teweh Tengah, Kamis (25/6/2026).
Berbagai usulan menjadi perhatian warga dalam pertemuan tersebut, di antaranya penyaluran LPG subsidi 3 kilogram agar lebih tepat sasaran, peningkatan insentif bagi ketua RT, serta penanganan pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan masyarakat di sekitar permukiman.
Rosi mengatakan, reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Seluruh aspirasi yang diterima akan dibahas dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan reses ini kami ingin mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan perjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat menjadi bagian dari program pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap usulan yang disampaikan masyarakat akan dikaji berdasarkan tingkat kebutuhan, skala prioritas, serta kemampuan anggaran daerah. Meski tidak semua dapat direalisasikan dalam waktu dekat, DPRD akan terus mengawal agar aspirasi tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah.
Dalam dialog tersebut, Ketua RT 23 A Muara Teweh, Siti Norasyiah, mengusulkan agar pendistribusian LPG subsidi 3 kilogram melibatkan ketua RT. Menurutnya, ketua RT lebih memahami kondisi warganya sehingga penyaluran gas bersubsidi dapat dilakukan lebih tepat sasaran. Ia juga berharap pemerintah dapat meningkatkan insentif serta memberikan dukungan sarana operasional bagi para ketua RT.
Sementara itu, Ketua RT 09 Kelurahan Melayu (Dermaga), Suharlin, mengapresiasi respons cepat Hj. Rosi Wahyuni bersama H. Parmana Setiawan yang langsung meninjau lokasi setelah menerima laporan masyarakat mengenai pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Alhamdulillah, usulan masyarakat terkait pemangkasan dahan dan pohon yang berpotensi membahayakan langsung mendapat respons. Beliau bahkan turun langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Suharlin.
Editor : Frans Dodie