Pimpinan ormas Islam Kalteng bersama Gubernur Agustiar Sabran, menyampaikan sikap bersama mendukung pemberantasan narkoba di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat (3/7/2026). Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Sejumlah ormas Islam di Kalteng menyatakan sikap bersama untuk memperkuat dukungan terhadap aparat penegak hukum dalam pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Sikap itu mereka tegaskan sebagai respons atas meningkatnya ancaman narkoba di daerah, termasuk insiden di Kabupaten Katingan.
Pernyataan tersebut disampaikan perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalteng, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng, Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kalteng, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalteng, usai salat subuh berjemaah di musala Istana Isen Mulang, Jumat (3/7/2026).
Selanjutnya, Ketua PWNU Kalteng, HM Wahyudie F Dirun, yang membacakan pernyataan sikap menegaskan seluruh ormas Islam memiliki pandangan yang sama untuk memerangi narkoba. Ia menilai, narkotika telah mengancam generasi muda dan masa depan daerah sehingga membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Selain itu, Wahyudie menilai, jaringan peredaran narkoba terus mencari celah dalam menjalankan aktivitasnya. Ia menegaskan dukungan masyarakat menjadi bagian penting untuk memperkuat langkah aparat dalam pencegahan maupun penindakan.
Kemudian, ia menegaskan ormas Islam siap berkolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat gerakan antinarkoba di Kalteng. Ia juga menyinggung insiden di Kabupaten Katingan yang menewaskan anggota kepolisian saat operasi penindakan narkoba.
Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa jaringan narkotika semakin berani dan tidak segan melakukan perlawanan terhadap aparat. Karena itu, ia mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut sesuai aturan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Ketua MUI Kalteng Khairil Anwar, Ketua PW Muhammadiyah Kalteng, Ahmad Syar’i, dan Ketua LDII Kalteng, Noor Prayudi, turut menyatakan dukungan serupa. Mereka menegaskan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.
Mereka sepakat memperkuat langkah pencegahan agar peredaran narkotika dapat ditekan secara maksimal di Kalteng.
Editor: Frans Dodie*