General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng Iwan Soelistijono mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD Kalsel terkait percepatan pemulihan sistem kelistrikan, Kamis (2/7/2026). Foto Ist
BANJARMASIN, TOVMEDIA.CO.ID – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), menargetkan seluruh perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan selesai pada akhir September 2026. Target tersebut menjadi komitmen PLN untuk memulihkan pasokan listrik setelah terjadi pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalsel dan Kalteng.
Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat antara PLN dan Komisi III DPRD Kalsel di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalsel, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pemulihan sistem kelistrikan sekaligus langkah antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Selanjutnya, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia memastikan PLN terus mempercepat proses perbaikan pembangkit untuk mengembalikan keandalan pasokan listrik.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kalselteng atas kejadian pemadaman bergilir yang terjadi di Kalselteng,” ujar Iwan.
Selain itu, PLN menargetkan seluruh unit pembangkit yang saat ini mengalami gangguan dapat kembali beroperasi penuh pada akhir September 2026. PLN juga melaporkan kondisi sistem kelistrikan mulai membaik seiring meningkatnya cadangan daya yang tersedia.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi proses pemulihan yang dijalankan PLN. Ia meminta perusahaan mempercepat penyelesaian perbaikan agar masyarakat tidak terus terdampak oleh gangguan listrik.
“Kami berharap, persoalan ini tidak berkepanjangan karena sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Tentunya dampaknya cukup besar, sehingga perlu penanganan yang cepat dan terukur,” tegasnya.
Komisi III DPRD Kalsel juga meminta PLN memenuhi target penyelesaian perbaikan sesuai jadwal. Dengan demikian, pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat kembali normal dan mendukung aktivitas masyarakat serta dunia usaha.
Editor: Frans Dodie*