Kelompok masyarakat di Desa Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, bersama dengan perwakilan PT Mentaya Sawit Mas (Wilmar Group), menebar benih ikan nila yang merupakan bantuan dari perusahaan tersebut. Foto Ist
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – PT Mentaya Sawit Mas (MSM) yang tergabung dalam Wilmar Group, kembali menegaskan komitmennya dalam mendongkel kemandirian ekonomi masyarakat. Kali ini perhatian perusahaan tercurah kepada warga Desa Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Perusahaan menggulirkan bantuan kepada warga setempat lewat program budidaya ikan nila. Perusahaan memberikan bantuan berupa kolam terpal, benih ikan nila, dan pakan. Tak ketinggalan pendampingan teknis kepada kelompok masyarakat setempat.
Melalui program tersebut, Wilmar membuka peluang usaha baru yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Ketua kelompok penerima manfaat, Stenly Apeles Lendombela, mengatakan, program tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat. Apalagi selama ini kebanyakan mengandalkan pekerjaan serabutan. Ada yang bekerja di kebun dan menjadi tukang bangunan.
“Dengan adanya bantuan budidaya ikan nila ini, kami memiliki potensi mata pencaharian baru. Kami harap dapat berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Stenly.
Ia menjelaskan, kelompoknya menargetkan panen ikan nila setelah enam bulan masa pemeliharaan. Selanjutnya, kelompok tersebut berencana mengembangkan usaha pembenihan agar mampu memenuhi kebutuhan benih secara mandiri dan memperluas usaha budidaya.
“Kami berharap, ke depannya dapat memproduksi benih ikan sendiri. Sehingga usaha ini bisa berkembang lebih besar. Hasil panen nantinya juga akan kami pasarkan kepada masyarakat desa dan wilayah sekitar,” ujarnya.
Harapan Perusahaan
Sementara itu, Manager CSR PT MSM, Widiyanto, menegaskan, program budidaya ikan nila menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.
Menurut dia, perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan sarana budidaya, tetapi juga mendampingi kelompok masyarakat agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.
“Dengan adanya bantuan yang memadai, kami berharap, kelompok masyarakat dapat mengembangkan usaha ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Widiyanto.
Lebih lanjut, Widiyanto mengatakan, Wilmar juga menjalankan program serupa di Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, sejak akhir tahun lalu. Perusahaan menilai, budidaya ikan memiliki prospek yang menjanjikan karena permintaan pasar relatif stabil dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain meningkatkan pendapatan keluarga, usaha budidaya ikan juga membantu masyarakat memperkuat ketahanan pangan desa melalui penyediaan sumber protein yang mudah diperoleh.
“Selain tambahan penghasilan, budidaya ikan dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa,” ujarnya.
Editor: Frans Dodie*