Bupati Kotim, Halikinnor, menyerahkan trofi kepada pelajar pemenang lomba menulis surat untuk bupati di Sampit, Senin (25/5/2026). Foto Ist
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kotim memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar melalui lomba menulis surat untuk bupati tahun 2026. Lomba tersebut diikuti siswa SMP dan SMA se-Kotim.
Panitia menggelar kegiatan tersebut di halaman salah satu kantor media di Sampit, Senin (25/5/2026). Para pelajar memanfaatkan lomba itu untuk menyampaikan ide, kritik, dan harapan mereka terhadap pembangunan daerah melalui tulisan.
Bupati Kotim, Halikinnor, menegaskan, pemerintah daerah menjadikan literasi sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang kreatif, kritis, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta arus informasi digital.
Menurut dia, generasi muda harus terus mengasah kemampuan menulis dan berpikir kritis agar tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu melahirkan solusi dan gagasan bagi pembangunan daerah.
“Lomba menulis surat untuk bupati diselenggarakan sebagai wadah kreativitas dan literasi bagi pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Kotim. Di era perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat, kemampuan menulis menjadi salah satu keterampilan penting yang harus terus diasah oleh generasi muda,” ujar Halikinnor.
Ia menilai, lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya pemerintah daerah membuka ruang partisipasi pelajar dalam pembangunan.
Melalui tema “Kotim untuk Masa Depan”, panitia mengajak peserta menuangkan pandangan tentang konsep pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
Halikinnor menegaskan, generasi muda memegang peran penting karena mereka akan melanjutkan pembangunan daerah di masa mendatang. Karena itu, pemerintah daerah berharap tulisan para peserta dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus masukan bagi arah pembangunan Kotim.
“Surat-surat yang ditulis nantinya tidak hanya menjadi karya tulis, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan masukan bagi pemerintah daerah dalam merancang pembangunan yang lebih berpihak kepada masyarakat dan generasi penerus,” katanya.
Buka Ruang untuk Generasi Muda
Selain itu, Pemkab Kotim terus membuka ruang keterlibatan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif, termasuk program literasi. Pemerintah daerah menilai keterlibatan pelajar dalam menyampaikan ide dan gagasan menjadi bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Pada kesempatan itu, Halikinnor juga mengapresiasi semangat seluruh peserta yang mengikuti lomba.
“Selamat kepada para pemenang. Teruslah berkarya dan jadilah generasi muda yang kreatif, kritis, serta peduli terhadap masa depan daerah,” tandasnya.
Editor: Frans Dodie*