Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, membuka Gerakan Pangan Murah di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/5), untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng menggelar Gerakan Pangan Murah di Bundaran Besar, Palangka Raya, Senin (18/5). Kegiatan tersebut untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau menjelang Hari Jadi ke-69 provinsi tersebut.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, membuka langsung kegiatan tersebut. Pemprov menjalankan program itu sebagai langkah pengendalian inflasi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Agustiar menegaskan, pemerintah daerah terus menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat ekonomi kecil.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau,” katanya.
Ia berharap, Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu meringankan beban masyarakat ekonomi kecil, termasuk PNS Golongan I dan II serta PPPK. Sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih murah.
Ia mengatakan, pengendalian inflasi dan keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, perbankan hingga masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci untuk menyukseskan pembangunan daerah sekaligus mewujudkan visi Kalteng Berkah dan Kalteng Maju.
Sementara itu, Pj Sekda Kalteng, Linae Victoria Aden, menjelaskan, sejumlah perangkat daerah bersama para pemangku kepentingan mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Instansi yang terlibat meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Kemudian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Perum BULOG Kalimantan Tengah.
Linae menyebut, program tersebut menyasar lebih dari 5.600 penerima manfaat. Terdiri atas PNS Golongan I dan II, PPPK penuh waktu maupun paruh waktu, tenaga outsourcing, serta masyarakat ekonomi kecil.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu menekan laju inflasi daerah.
Editor: Frans Dodie*