Banjir menggenangi Jalan Christopher Mihing, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, akibat hujan deras dengan curah tinggi, Sabtu (16/5). Puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum terdampak genangan air. Foto Ist
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Hujan deras dengan curah mencapai 120 milimeter menggenangi puluhan rumah warga di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (16/5). Genangan air juga merendam kios dan fasilitas umum dengan ketinggian mencapai 35 sentimeter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam K Anwar, mengatakan, hujan berintensitas tinggi turun sejak pukul 16.00-19.00 WIB. Hujan menyebabkan aliran air meluap di sejumlah kawasan permukiman.
“Di Jalan Baamang 1, air menggenangi lima rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 15 sentimeter. Di Jalan Christopher Mihing, air merendam halaman 13 rumah dengan ketinggian 10 sampai 20 sentimeter, sedangkan di Jalan Walter Conrad banjir menggenangi 39 rumah dengan ketinggian serupa,” ujarnya, Senin (18/5/2025).
Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi dua ruas jalan sepanjang lima hingga 20 meter. Air di badan jalan mencapai ketinggian 10-35 sentimeter sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Banjir turut merendam fasilitas umum. Salah satunya Panti Asuhan Bahagia. Air setinggi 10-15 sentimeter menggenangi halaman bangunan panti asuhan tersebut.
BPBD Kotawaringin Timur juga mencatat banjir mengganggu aktivitas ekonomi warga. Air menggenangi tujuh kios di Jalan Christopher Mihing dan lima kios di Jalan Walter Conrad dengan ketinggian 10 hingga 15 sentimeter.
Multazam meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, terutama saat hujan deras turun dalam waktu singkat.
“Masyarakat kami imbau tetap waspada dan segera melapor jika menemukan kondisi berbahaya,” katanya.
Saat ini, BPBD Kotawaringin Timur terus memantau kondisi wilayah terdampak dan menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko banjir susulan di Kecamatan Baamang maupun wilayah rawan lainnya.
Editor: Frans Dodie*