Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Palangka Raya, Natalina Asie, bersama perwakilan pemerintah daerah, mitra swasta, dan petani saat kegiatan tanam perdana padi sawah di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Foto Istimewa
Tanam Perdana Padi di Dadahup, UPR Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Riset
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar tanam perdana padi sawah di kawasan food estate Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Kegiatan ini menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis riset. Selain itu, program ini menjadi wujud kolaborasi nyata antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta.
Tanam perdana tersebut berlangsung di lahan CSR seluas enam hektare di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup. Program ini memadukan hasil penelitian Fakultas Pertanian UPR dengan dukungan pemerintah daerah dan mitra industri. Dengan demikian, UPR mendorong penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakter lahan rawa.
Implementasi Kerja Sama Riset Pertanian
Wakil Rektor Bidang Akademik UPR, Natalina Asie, menegaskan, kegiatan ini merupakan implementasi dari kerja sama lintas sektor. Ia menambahkan bahwa riset terapan harus berdampak langsung bagi petani.
“Tanam perdana ini menjadi langkah awal penerapan hasil riset untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan rawa,” ujar Natalina.
UPR melaksanakan kegiatan ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng, serta PT Komatsu Marketing and Support Indonesia. Tim Fakultas Pertanian UPR terlibat langsung dalam perencanaan teknis hingga pelaksanaan di lapangan. Selanjutnya, hasil kegiatan ini akan menjadi dasar pengembangan model pertanian berkelanjutan.
Penerapan Teknologi dan Metode Tanam
Petani dan tim teknis mengolah tiga hektare lahan menggunakan mesin pertanian modern Komatsu, sementara tiga hektare lainnya menggunakan hand tractor. Setelah pengolahan selesai, petani menerapkan metode tanam berbeda, yakni tanam benih langsung, tebar benih manual, dan tanam pindah. Pendekatan ini bertujuan membandingkan efektivitas metode tanam di lahan rawa.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten, aparat kecamatan, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani setempat. Kehadiran mereka memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan food estate. Oleh karena itu, program ini diharapkan berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Tanam perdana padi sawah ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-62 Universitas Palangka Raya. UPR menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ke depan, UPR menargetkan penguatan riset pertanian berbasis kearifan lokal untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Editor: Frans Dodie