Personel Satgas Anti Premanisme mensosialisasikan pencegahan premanisme di SPBU Kota Sampit, Rabu (17/12/2025).
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah Kabupaten Kotim menyisir empat SPBU di Kota Sampit, Rabu (17/12/2025), untuk mencegah praktik premanisme. Tim mengawasi aktivitas di lokasi yang rawan dan mensosialisasikan keberadaan satgas kepada masyarakat.
Tim memilih lokasi-lokasi rawan berdasarkan hasil pemetaan bidang intelijen. Mereka mengidentifikasi antrean kendaraan pelangsir dan dugaan pungutan liar terhadap supir truk. Dengan langkah ini, Satgas memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
“Tujuan kegiatan kami hari ini untuk sosialisasi, menunjukkan bahwa Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah sudah hadir di Kotim. Kami ingin masyarakat mengetahui dan negara hadir melawan aksi premanisme,” tegas Eddy Hidayat Setiadi, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kotim.
Bidang Intelijen Satgas mengumpulkan informasi dan menentukan lokasi sasaran. Tim memantau empat SPBU yang terindikasi rawan premanisme: Bundaran KB, Pelita, Km 2 Sudirman, dan Samekto. Data ini membantu Satgas melakukan langkah pencegahan secara tepat.
Tim menemukan dugaan pungli dengan nominal Rp200 ribu–Rp300 ribu per truk. Saat turun ke lapangan, mereka mendapati antrean yang biasanya padat terlihat sepi. “Sepertinya informasi sudah bocor, area yang biasanya ramai tampak kosong,” ujar Eddy.
Satgas melibatkan berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Sosial, dan Dinas Perdagangan. AKP Sugiharso, Kasat Reskrim Polres Kotim, memimpin 60 personel gabungan untuk menyisir lokasi rawan. Mereka memastikan kegiatan berjalan lancar dan aman.
Eddy menegaskan, kegiatan ini fokus pada sosialisasi dan pencegahan. Tim belum melakukan razia atau penangkapan. “Kami berharap tim ini mencegah aksi premanisme sehingga keamanan dan ketertiban di Kotim tetap kondusif,” ujarnya.
Editor: Frans Dodie