Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Raudah, menyampaikan hasil reses dan mendorong pemerintah segera memenuhi kebutuhan petani serta mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian di Kapuas dan Pulang Pisau. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Raudah, mendesak pemda setempat segera memenuhi kebutuhan petani. Mulai dari sarana produksi hingga pembangunan infrastruktur pertanian yang menjadi penopang ketahanan pangan daerah.
Desakan itu muncul setelah Raudah menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses di Kapuas dan Pulang Pisau. Dalam kegiatan tersebut, petani menyampaikan sejumlah persoalan yang hingga kini masih menghambat aktivitas pertanian.
“Kami menerima berbagai aspirasi dari masyarakat yang menginginkan perhatian lebih terhadap kebutuhan sektor pertanian. Masih ada sejumlah kebutuhan yang belum terpenuhi dan harus segera ditindaklanjuti,” kata Raudah, Selasa (2/6/2026).
Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan petani adalah distribusi pupuk yang belum berjalan optimal di beberapa wilayah. Kondisi itu berpotensi mengganggu produktivitas pertanian apabila tidak segera mendapat perhatian pemerintah daerah.
Raudah mengatakan, petani di Desa Cemara Labat mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk sesuai kebutuhan. Karena itu, ia meminta pemerintah memperbaiki sistem distribusi agar petani dapat memperoleh pupuk tepat waktu dan tepat sasaran.
“Permasalahan distribusi pupuk yang dikeluhkan petani di Desa Cemara Labat perlu mendapat perhatian pemerintah daerah agar tidak mengganggu aktivitas pertanian,” ujarnya.
Selain persoalan pupuk, petani juga menghadapi tingginya biaya pengendalian hama yang berdampak langsung terhadap peningkatan biaya produksi. Menurut Raudah, kondisi tersebut dapat mengurangi keuntungan petani dan memengaruhi hasil pertanian.
Ia mengungkapkan, petani di Desa Batanjung meminta bantuan pemerintah untuk menyediakan sarana pengendalian hama guna meringankan beban biaya yang harus mereka keluarkan setiap musim tanam.
“Petani di Desa Batanjung juga mengeluhkan mahalnya biaya pengendalian hama. Karena itu pemerintah perlu memberikan bantuan obat pengendali hama untuk membantu mereka,” katanya.
Infrastruktur Pertanian
Selanjutnya, Raudah menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur pertanian yang masih menjadi harapan masyarakat. Ia menyebut pembangunan kanal irigasi dan jalan usaha tani sangat penting untuk mendukung kelancaran produksi dan distribusi hasil pertanian.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalteng. Karena itu, Raudah meminta pemerintah segera menindaklanjuti berbagai usulan yang disampaikan masyarakat melalui program pembangunan yang terukur dan berkelanjutan.
“Pemenuhan kebutuhan petani dan pembangunan infrastruktur pertanian harus menjadi perhatian karena sektor ini berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kami berharap, pemerintah dapat merealisasikan berbagai kebutuhan yang disampaikan masyarakat,” tegasnya.
Editor: Frans Dodie*